Sabtu , 22 Juli 2017
iden

IGJ: APEC Membuka Impor

Jakarta, 29 Januari 2012. Indonesia for Global Juctice (IGJ) mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak mendorong proyek infratruktur Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) kedalam Forum APEC 2013. Hal ini akan berdampak pada semakin terbukanya Indonesia dengan rantai pasokan dunia sehingga memudahkan produk impor masuk ke Indonesia. Sebaliknya, memudahkan ekspor barang mentah dari Indonesia.

Dengan mengusung tema “Resilient Asia-Pacific, Engine of Global Growth”, Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan skema konektivitas untuk membawa isu MP3EI masuk ke dalam APEC, di antara 2 isu prioritas APEC lainnya yaitu mewujudkan tujuan Bogor dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata.

Kepala Bidang Pemantauan IGJ, Rachmi Hertanti menjelaskan, “Konektivitas dalam kerangka APEC adalah untuk memperlancar perdagangan masuk dan keluar Indonesia. Dan MP3EI adalah pintu masuk bagi terbukanya kawasan Indonesia dengan membangun infrastruktur fasilitasi perdagangan yang akan memudahkan akses ekspor-impor dari dan ke wilayah Indonesia”.

Diketahui bahwa defisit perdagangan di sepanjang tahun 2012 sebesar US$ 48 Miliar, dimana transaksi impor ke Indonesia sebesar US$ 16,92 triliun. “Dengan fasilitasi perdagangan maka angka ini akan semakin besar” tegas Rachmi.

Oleh karena itu, IGJ mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak menjadikan Forum APEC sebagai sarana untuk mengobral investasi yang pada akhirnya dapat menjadi bumerang terhadap kepentingan nasional Indonesia. Forum ini sepantasnya dapat digunakan untuk mengatasi praktik ketimpangan ekonomi global selama ini dengan mengintensifkan penuntasan praktik kejahatan lintas batas (trans-national crimes) semisal illegal fishing, mining, logging, human trafficking, dan sebagainya.

Sebagai informasi, Forum APEC akan merealisasikan tujuan Bogor (the Bogor Goals) yang dilakukan dengan integrasi ekonomi secara regional dan diharapkan terbangunnya konektivitas di antara negara-negara ekonomi APEC sehingga mampu memfasilitasi perdagangan dengan membangun infrastruktur yang dibutuhkannya. Dalam menjalankan perannya sebagai tuan rumah pertemuan APEC tahun 2013, Indonesia mengawalinya dengan melaksanakan agenda APEC First Senior Officials Meeting di Jakarta tanggal 24 Januari–7 Februari 2013. SOM akan merumuskan rekomendasi-rekomendasi yang akan dibawa pada pertemuan para pemimpin APEC di bulan Oktober 2013 nanti di Bali.**

Informasi lebih jauh, silahkan hubungi:
Rachmi Hertanti, Kepala Bidang Pemantauan IGJ
di 08174985180 / amie@igj.or.id

Sekretariat Indonesia for Global Justice
Jl. Tebet Barat Dalam 6L No.1 A / Telp & Fax. 021-8300784 /Email: igj@igj.or.id

Check Also

Siaran Pers Koalisi Masyarakat untuk Keadian Ekonomi Merespon Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2016

 Persiapan Perundingan ASEAN-RCEP di Tianjin, China 17-21 Okt’16 “Pemerintah Harus Serius Melindungi Petani Dari Ancaman …

Tinggalkan Balasan