Senin , 21 Agustus 2017
iden
Setya Novanto--Antara/ Wahyu Putro

Setyo Novanto Jadi Ketua DPR Dinilai Sebagai Ciri Bangkitnya Orba

Metrotvnews.com, Jakarta: Penetapan Setyo Novanto sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dianggap sebagai ciri-ciri munculnya kembali Orde Baru (Orba). Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice Riza Damanik.

“Saya percaya betul struktur kepemimpinan di DPR sekarang wajah bangkitnya Orba,” tegas Riza dalam diskusi “Pernyataan Bersama Menyikapi Berbagai Kalut Kacau Politik di DPR” di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014).

Dijelaskan Riza, ada dua ciri yang memperlihatkan dengan jernih orde baru kembali muncul dalam masa saat ini. Yakni, mereka yang bermasalah dengan korupsi diangkat dalam posisi strategis kerentanan dalam segala hal termasuk masalah hukum. “Karena mereka dapat dengan mudah memiliki akses untuk melayani mafia, memiliki loyalitas dan jaminan cukup nagi pribadi sendiri agar tidak terganggu,” tandas Riza.

Yang kedua, sambung Riza, agenda-agenda untuk kerakyatan dicegah agar tidak bisa berkembang. Contohnya SBY menginginkan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi, tetapi justru tiap tahun Indonesia harus mengimpor pangan USD12 miliar sementara import energi USD40 miliar.

“Kalau kita lihat sejatinya bukan karena Indonesia tidak mampu melakukan produksi atau tidak persoalan sumber daya, kita tidak bisa melayani keinginan rakyat Indonesia karena mafia bercokol, dan menjadi masalah praktek mafia di sektor pangan atau energi,” jelas dia.

Lebih lanjut, Riza menegaskan perlunya kerja penegak hukum yang cepat untuk segera menangkap penjahat-penjahat yang dapat merugikan bangsa. “Penegak hukum segera melakukan percepatan untuk menemukan fakta hukum yang kuat,” tutup Riza.
YDH

Sumber :

http://news.metrotvnews.com/read/2014/10/03/300335/setyo-novanto-jadi-ketua-dpr-dinilai-sebagai-ciri-bangkitnya-orba

Check Also

Pernyataan Sikap Indonesia for Global Justice (IGJ) Solidaritas Perjuangan untuk Petani Kendeng Lestari

Kasus Semen Kendeng: “Legalisasi Negara Atas Kejahatan Korporasi” Jakarta, 1 April 2017 Meninggalnya Ibu Patmi, …

Tinggalkan Balasan