Rabu , 28 Juni 2017
iden

Soal Konflik Laut Tiongkok Selatan, Indonesia Dinilai Harus Terlibat

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia harus ikut berperan dalam konflik di Laut Tiongkok Selatan. Namun, Indonesia tidak dapat memainkan peran secara tunggal dalam perseteruan tersebut. Indonesia harus bekerja sama dengan negara ASEAN lainnya dalam menyelesaikan masalah Laut Tiongkok Selatan.

“Kita (Indonesia) harus terlibat. Terlibat dalam rangka mendorong instrumen ASEAN,” ujar Directur Executive Indonesia for Global Justice Riza Damanik, seusai menggelar diskusi “Negara Kuat Anti-Intimidasi, dan Ketahanan Nasional Anti-Kekerasan”, di Deli Kafe, Jalan Sunda, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014).

Riza mengatakan, Indonesia bisa memosisikan diri sebagai pemimpin di ASEAN untuk menyelesaikan konflik di Laut Tiongkok Selatan. Indonesia, kata dia, bisa mengambil kepemimpinan untuk mendorong instrumen ASEAN bekerja efektif dalam melakukan langkah-langkah diplomasi supaya ketegangan di Laut Tiongkok Selatan tidak justru merugikan negara-negara anggota ASEAN itu sendiri.

“Yang bisa dilakukan Indonesia adalah mengambil kepemimpinannya di ASEAN, karena kita cukup punya pengaruh di ASEAN,” ujar Riza.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak ingin ikut campur menangani konflik Laut Tiongkok Selatan. Jika terpilih sebagai presiden, Jokowi ingin Indonesia tidak terseret pusaran masalah internasional tanpa memberikan solusi yang jelas.

Jokowi menyampaikan pandangannya itu sebagai jawaban atas lontaran pertanyaan dari Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia tidak terlibat dalam ketegangan antar-negara-negara ASEAN terkait kawasan perairan tersebut.

“Itu urusan negara lain dan negara lain. Tapi kalau kita berperan, juga lebih baik. Tapi kalau kita tidak punya solusi yang benar, proses diplomasi yang kita lakukan tidak bermanfaat, untuk apa kita lakukan?” papar Jokowi.

Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo sempat berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut. Namun, Jokowi tetap menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur terlalu dalam pada masalah itu.

“Setahu saya, dalam konflik Tiongkok itu, kita sama sekali tidak punya konflik,” ujar Jokowi

Sumber :

http://nasional.kompas.com/read/2014/06/23/1555336/Soal.Konflik.Laut.Tiongkok.Selatan.Indonesia.Dinilai.Harus.Terlibat

Check Also

Civil Society Say No to The EU Multilateral ISDS Proposal

Jakarta, 22nd March 2017. Civil society organizations from Indonesia, Philippines, and Europe criticized the European …

Tinggalkan Balasan