RINGKASAN
Transisi energi pada dasarnya adalah perebutan kekuasaan geopolitik, di mana negara industri maju berlomba mengamankan pasokan mineral kritis untuk dominasi teknologi. Kebijakan seperti hilirisasi dan perjanjian dagang internasional justru dapat menjebak Indonesia sebagai pemasok bahan mentah bernilai rendah.
Tanpa penguasaan teknologi strategis dan kedaulatan atas sumber daya, transisi hijau Indonesia akan terus dikendalikan oleh kepentingan eksternal. Arah transisi harus diubah untuk memprioritaskan keadilan ekologis dan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar melayani kebutuhan pasar global.
Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Rahmat Maulana Sidik : Tata Kelola Mineral Kritis Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Perjanjian Dagang” , https://katadata.co.id/indepth/opini/695376bfa598c/tata-kelola-mineral-kritis-indonesia-di-bawah-bayang-bayang-perjanjian-dagang
Penulis: Rahmat Maulana Sidik
Editor: Aria W. Yudhistira