# Indonesia for Global Justice > A Global Justice Order through Social Movements” ## Posts - [The Importance of Indonesia’s Role in Supporting and Advocating for a Permanent Moratorium on TRIPS Non-Violation Complaints (NVC) at the 14th WTO Ministerial Conference](https://igj.or.id/2026/03/30/the-importance-of-indonesias-role-in-supporting-and-advocating-for-a-permanent-moratorium-on-trips-non-violation-complaints-nvc-at-the-14th-wto-ministerial-conference/?lang=en): Excellencies, We, Indonesia for Global Justice (IGJ), are a civil society organization that has been directly monitoring the negotiations of the 14th Ministerial Conference of the World Trade Organization (WTO MC14) in Yaoundé, Cameroon (26-29 March 2026). Through this letter, we wish to convey our views and policy recommendations regarding the Government of Indonesia’s position in the ongoing negotiations on the moratorium of Non-Violation Complaints (NVC) under the TRIPS Agreement, in light of recent developments at WTO MC14. Based on the latest negotiation dynamics, we note that the majority of developing countries continue to support the extension of the moratorium. […] - [WTO MC14 Yaoundé, Cameroon: United States Pushes for Permanent E-Commerce Moratorium, Indonesia Risks Losing Tariff Revenue from U.S. Big Tech Electronic Transmissions](https://igj.or.id/2026/03/30/wto-mc14-yaounde-cameroon-united-states-pushes-for-permanent-e-commerce-moratorium-indonesia-risks-losing-tariff-revenue-from-u-s-big-tech-electronic-transmissions/?lang=en): WTO MC14 Release – 3rd Edition MC14 Yaoundé, Cameroon, 28 March 2026– At the 14th WTO Ministerial Conference (MC14), held from 26–29 March 2026 in Yaoundé, Cameroon, recent developments indicate that the United States remains the strongest proponent of making the e-commerce moratorium permanent. Meanwhile, countries such as India oppose a permanent moratorium, instead supporting only a limited extension of no more than two years. In a similar vein, South Africa has proposed extending the e-commerce moratorium for up to four years. Both India and South Africa have conditioned their support for extending the e-commerce moratorium on a corresponding extension […] - [WTO Attempts to Save Face With Desperate ‘To Be Continued’ Outcome as U.S. Plays Spoiler on Behalf of Big Tech](https://igj.or.id/2026/03/30/wto-attempts-to-save-face-with-desperate-to-be-continued-outcome-as-u-s-plays-spoiler-on-behalf-of-big-tech/?lang=en): Statement on Conclusion of MC14 For Immediate Release: 30 March 2026 Contact: Anniken Storbakk, anniken@owinfs.org YAOUNDÉ – The World Trade Organization’s (WTO) 14th Ministerial Conference (MC14) has ended in chaos and confusion, with some decisions punted to an unspecified future date in Geneva. Despite the U.S., EU, and other developed countries dominating the agenda to benefit their largest corporations, and despite the Secretariat’s heavy-handed facilitator-dominated process, and despite civil society being sidelined from the usual but already insufficient participation, the carefully curated MC14 outcome that seemed all but assured has failed to cross the finish line. The Trump Administration, unable […] - [Pentingnya Peran Indonesia dalam Mendorong dan Menyuarakan Moratorium Permanen TRIPS Non-Violation Complaint (NVC) di KTM WTO ke-14 Yaounde-Kamerun](https://igj.or.id/2026/03/29/pentingnya-peran-indonesia-dalam-mendorong-dan-menyuarakan-moratorium-permanen-trips-non-violation-complaint-nvc-di-ktm-wto-ke-14-yaounde-kamerun/): Dengan hormat, Kami, Indonesia for Global Justice merupakan organisasi masyarakat sipil yang hadir langsung memantau perundingan Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (KTM WTO) ke-14 di Yaounde, Kamerun (26-29 Maret 2026). Melalui surat ini kami menyampaikan pandangan dan rekomendasi kebijakan terkait posisi pemerintah dalam perundingan mengenai moratorium Non-Violation Complaint (NVC) dalam Perjanjian TRIPS dalam konteks perkembangan terbaru pada KTM WTO ke-14 Berdasarkan dinamika negosiasi terbaru, kami mencatat bahwa mayoritas negara berkembang tetap mendukung perpanjangan moratorium. Negara-negara seperti India, Gambia, Mozambik, dan Kepulauan Solomon secara tegas menekankan pentingnya moratorium ini untuk melindungi kesehatan publik, memperkuat kapasitas industri domestik, serta menjaga ruang […] - [MC14 WTO Yaounde, Cameroun: Amerika Serikat Bersikeras Inginkan  Permanen Moratorium E-Commerce, Indonesia Kehilangan Pendapatan  dari Bea Masuk Transmisi Elektronik Big-Tech Amerika Serikat ](https://igj.or.id/2026/03/29/mc14-wto-yaounde-cameroun-amerika-serikat-bersikeras-inginkan-permanen-moratorium-e-commerce-indonesia-kehilangan-pendapatan-dari-bea-masuk-transmisi-elektronik-big-tech-amerika-serikat/): Rilis MC14 WTO Edisi ke-3  MC14 Yaounde-Cameroun, 28 Maret 2026 – Di Konferensi Tingkat Menteri ke 14 WTO yang berlangsung 26 – 29 Maret 2026 di Yaounde-Cameroun. Berdasarkan  informasi yang didapatkan bahwa Amerika Serikat sebagai negara yang paling keras  mendukung adanya permanen moratorium e-commerce. Sementara negara seperti  India tidak mendukung permanen moratorium tetapi terbatas pada perpanjangan  moratorium paling lama hanya 2 tahun dan tidak lebih. Sejalan dengan itu, Afrika  Selatan juga mengusulkan perpanjangan moratorium e-commerce hingga 4 tahun.   Baik India maupun Afrika Selatan menghendaki perpanjangan moratorium e commerce dengan catatan bahwa adanya perpanjangan atas TRIPS non-violation  complaints (NVC). Terlepas dari […] - [Perkembangan Negosiasi KTM WTO ke-14: Tantangan Bagi  Negara Berkembang-Kurang Berkembang Mulai dari Reformasi  WTO, Moratorium E-Commerce Hingga Perjanjian Pertanian  dan Subsidi Perikanan ](https://igj.or.id/2026/03/29/perkembangan-negosiasi-ktm-wto-ke-14-tantangan-bagi-negara-berkembang-kurang-berkembang-mulai-dari-reformasi-wto-moratorium-e-commerce-hingga-perjanjian-pertanian-dan-subsidi-perik/): Artikel Pemantauan Edisi 2 KTM WTO ke-14 Yaounde, Kamerun  Disusun oleh:   Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) – rahmat.maulana@igj.or.id Agung Prakoso, Koordinator Program, Indonesia for Global Justice (IGJ) – agung.prakoso@igj.or.id  Yaounde-Kamerun, 28 Maret 2026 – Ditengah Konferensi Tingkat Menteri Organisasi  Perdagangan Dunia (KTM WTO) ke-14 Yaounde, Kamerun terdapat kondisi mempersulit  masyarakat sipil untuk memberikan suara dan mendapatkan informasi dari pertemuan tersebut.  Yang terjadi adalah masyarakat sipil tidak diijinkan melakukan rangkaian aksi protes terhadap  apa yang sedang dirundingkan. Di sisi lain, perkembangan negosiasi juga sulit didapatkan oleh  masyarakat sipil. Beberapa isu terus berkembang pesat terutama pada isu […] - [Pertemuan Ke-14 Komite Multilateral WTO di Yaoundé: Negara-Negara Berkembang Menolak Moratorium Perdagangan Elektronik](https://igj.or.id/2026/03/28/pertemuan-ke-14-komite-multilateral-wto-di-yaounde-negara-negara-berkembang-menolak-moratorium-perdagangan-elektronik/): Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice dalam Media Digital Business Africa, menyampaikan: “Posisi kami jelas: menolak moratorium e-commerce karena merugikan dan berdampak langsung pada negara berkembang.” Di balik narasi “perdagangan digital yang bebas”, ada realitas yang nggak seimbang. Negara berkembang diminta terus membuka pasar, tapi di saat yang sama tidak ada yang diuntungkan. Ujung-ujungnya? Negara berkembang justru sangat dirugikan karena perusahaan digita besar makin leluasa memperluas pengaruhnya tanpa kontribusi yang setara. WTO MC14 di Yaoundé jadi momen penting buat negara-negara Global South buat bersuara lebih keras dan dorong aturan yang lebih adil bukan sekadar ikut main di […] - [Civil society statement: WTO Members should suspend Israel’s MFN treatment ](https://igj.or.id/2026/03/28/civil-society-statement-wto-members-should-suspend-israels-mfn-treatment/?lang=en): March 2026  i. For years, OWINFS have revealed how the WTO rules are harmful and inappropriate for a just global trade governance and constraining for aspirations towards transformational and sustainable developmental paths, particularly those needed in developing and least developed countries.  ii. Today, OWINFS warns that by allowing Israel to continue benefitting from a normal status at the WTO, the organization and its Member States will in effect be facilitating Israel’s defiance of international law1 and its perpetuation of international crimes and egregious violations against the Palestinian People, through its prolonged illegal occupation of the Palestinian Territory and its genocidal […] - [Civil society statement on the remaking of the WTO (i.e. WTO reform)   ](https://igj.or.id/2026/03/27/civil-society-statement-on-the-remaking-of-the-wto-i-e-wto-reform/?lang=en): March 2026  Our World Is Not for Sale (OWINFS) has argued for years that WTO rules are harmful and inappropriate for global trade governance and constraining for aspirations towards transformational and sustainable developmental paths, particularly those needed in developing and least developed countries.  The attempted hijacking of the ‘reform’ objective  Today, some of the key developed country members led by the US and the EU are attempting to hijack the stated objective of ‘reforming the WTO’ to push through a complete remake of the organization into what promises to be an even more dangerous construct. What is unfolding, which largely […] - [Pemerintah Indonesia Harus Berhati-Hati Membahas Agenda Reformasi WTO](https://igj.or.id/2026/03/27/pemerintah-indonesia-harus-berhati-hati-membahas-agenda-reformasi-wto/): Yaounde, Kamerun, 27 Maret 2026 – Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (KTM WTO) ke-14 yang digelar di Yaounde, Kamerun, pada 26–29 Maret 2026 membahas berbagai isu meliputi agenda reformasi WTO, subsidi perikanan, pertanian, dan berbagai isu perjanjian lainnya seperti moratorium pajak e-commerce dan fasilitasi investasi. Agenda reformasi WTO menjadi salah satu isu hangat yang dibahas di Yaounde saat ini terlebih ketika Amerika Serikat (AS) menyampaikan usulan mereka mengenai agenda reformasi WTO. Usulan AS tersebut dinilai oleh berbagai masyarakat sipil yang hadir langsung di KTM WTO ke-14 di Yaounde, Kamerun, akan sangat merugikan negara berkembang dan kurang berkembang termasuk Indonesia. […] - [Di Tengah Krisis dan Perang, Indonesia Harus Memimpin Perjuangan Negara Dunia Selatan untuk Keadilan Perdagangan di WTO](https://igj.or.id/2026/03/26/di-tengah-krisis-dan-perang-indonesia-harus-memimpin-perjuangan-negara-dunia-selatan-untuk-keadilan-perdagangan-di-wto/): Yaoundé, Kamerun, 26 Maret 2026. Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO yang telah dibuka pagi ini pada waktu setempat berlangsung di tengah situasi global yang memprihatinkan. Genosida di Palestina, perang di wilayah Asia Barat, krisis pangan dan energi yang meluas, serta ketegangan geopolitik yang meningkat menjadi latar belakang penting bagi pertemuan ini. Ironisnya, justru dalam kondisi krisis ini, negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin gencar mendorong agenda “reformasi” WTO yang pada kenyataannya merupakan upaya “remake” organisasi perdagangan internasional ini sesuai dengan kepentingan korporasi transnasional. Pembajakan Tujuan Agenda Reformasi WTO Agenda “reformasi” yang dipimpin oleh AS dan Uni […] - [Agenda Reformasi WTO Amerika Serikat Mengancam Negara Berkembang](https://igj.or.id/2026/03/26/agenda-reformasi-wto-amerika-serikat-mengancam-negara-berkembang/): Artikel Pemantauan KTM WTO ke-14 Yaounde, Kamerun Disusun oleh: Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) – rahmat.maulana@igj.or.id Agung Prakoso, Koordinator Program, Indonesia for Global Justice (IGJ) – agung.prakoso@igj.or.id Pada Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (KTM WTO) ke-14 yang digelar di Yaounde, Kamerun 26–29 Maret 2026, Amerika Serikat mengusulkan agenda reformasi WTO melalui dokumen berjudul “US Further Perspectives on WTO Reform,”. AS menyatakan secara terbuka pandangan mereka terhadap kondisi perdagangan global yang dianggap oleh mereka tidak sesuai dengan perdagangan modern terkini. Tetapi sebenarnya AS menghendaki adanya perubahan aturan perdagangan global agar sesuai dengan kepentingan negara nya.[1] […] - [Big Tech di Balik Perjanjian Perdagangan: Moratorium E-Commerce WTO dan Ancaman Kedaulatan Data Indonesia](https://igj.or.id/2026/03/26/big-tech-di-balik-perjanjian-perdagangan-moratorium-e-commerce-wto-dan-ancaman-kedaulatan-data-indonesia/): Selama dua dekade terakhir, ekonomi digital global terus mengalami perkembangan yang signifikan. Produk yang sebelumnya diperdagangkan secara konvensional, seperti: buku, musik, film, game dan software yang dahulu dijual secara fisik, kini didistribusikan secara digital melalui transmisi elektronik.  Namun pesatnya perkembangan teknologi tersebut tidak diikuti dengan pemerataan kesejahteraan ekonomi secara global. Sebaliknya, transformasi digital justru semakin memperdalam ketimpangan antara negara maju sebagai produsen kapitalisme digital dan negara berkembang sebagai pasar konsumsi, penyedia data serta ruang ekstraksi nilai bagi big tech. Salah satu bukti yang memperkuat ketimpangan tersebut adalah kebijakan untuk menghapus tarif bea masuk atas transmisi elektronik di WTO atau dikenal […] - [Hilangnya Kedaulatan atas Perlindungan Kesehatan oleh Perjanjian Tarif Resiprokal Amerika Serikat dan Indonesia](https://igj.or.id/2026/03/25/hilangnya-kedaulatan-atas-perlindungan-kesehatan-oleh-perjanjian-tarif-resiprokal-amerika-serikat-dan-indonesia/): Artikel Pemantauan Pengakuan Persetujuan Pemasaran BPOM dan Penerapan Eksklusivitas Data mengancam Perlindungan Kesehatan Masyarakat Oleh: Agung Prakoso Koordinator Program untuk Isu Kesehatan dan Pangan, Indonesia for Global Justice. Perjanjian Resiprokal Tarif antara Amerika Serikat dan Indonesia atau Agreement Between The United States and The Republic of Indonesia on Reciprocal Trade (US–Indonesia ART) akan mengancam kedaulatan atas perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam perjanjian yang ditanda tangani oleh Presiden Trump dan Presiden Prabowo pada … tersebut terdapat setidaknya dua isu penting yang erat dengan sektor kesehatan, yakni penerimaan otorisasi Food and Drug Administration (FDA) pada article 2.5tentang Medical Devices & Pharmaceuticals dan Eksklusivitas […] - [Draf Teks PABS Biro yang Mendorong Biopiracy (Pencurian Hayati) harus ditolak: Pastikan Kontrak Standar, Registrasi Pengguna & Kewajiban Pembagian Manfaat](https://igj.or.id/2026/03/19/draf-teks-pabs-biro-yang-mendorong-biopiracy-pencurian-hayati-harus-ditolak-pastikan-kontrak-standar-registrasi-pengguna-kewajiban-pembagian-manfaat/): Kami dari Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan keprihatinan serius kami mengenai draf teks Biro terbaru tertanggal 9 Maret 2026 tentang Lampiran Akses Patogen dan Pembagian Manfaat (PABS/Pathogen Access and Benefit Sharing) dari Perjanjian Pandemi (PA/Pandemic agreement). Versi draf Biro ini menurut kami, sebagian besar hanya memasukkan aspek-aspek yang dapat diterima oleh Uni Eropa (UE) dan negara-negara G6 lainnya. Usulan tekstual yang diajukan oleh negaranegara berkembang selama pertemuan Kelompok Kerja Antarpemerintah (IGWG) ke5 telah diabaikan begitu saja tanpa justifikasi apa pun. Tindakan Biro merupakan pelanggaran terhadap prinsip kesetaraan (equity) yang menjadi inti dari Perjanjian Pandemi. Draf teks tersebut secara terang-terangan […] - [Perjanjian Dagang AS – RI: Dari negara Non-Block menjadi negara Go-Block dan Bertentangan dengan Konstitusi](https://igj.or.id/2026/03/17/perjanjian-dagang-as-ri-dari-negara-non-block-menjadi-negara-go-block-dan-bertentangan-dengan-konstitusi/): Medan, 17 Maret 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) bersama dengan Republic Institute, LBH Medan dan Petahana UMSU melakukan diskusi publik yang bertema: ”Konstitusionalitas Perjanjian Perdagangan Indonesia – Amerika Serikat: Menakar Kedaulatan Ekonomi Ditengah Perdagangan Global”. Diskusi publik menghadirkan 3 narasumber yaitu: Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Dr. Andryan, S.H., M.H., Akademisi UMSU sekaligus Direktur Republic Institute dan Artha Ida Suryani Sigalingging, LBH Medan. Perjanjian Dagang AS – RI yang ditandatangani pada 19 Februari 2026 lalu tidak hanya mengatur terkait tarrif, tetapi 98 persen justru mengatur terkait non-tarrif yang memaksa Indonesia untuk melakukan perubahan […] - [Koalisi Gugat Prabowo ke PTUN, Minta ART Dibatalkan](https://igj.or.id/2026/03/11/koalisi-gugat-prabowo-ke-ptun-minta-art-dibatalkan/): KOALISI masyarakat sipil mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melanggar Hukum oleh Pemerintah (Onrechtmatige Overheidsdaad) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026. Gugatan ini menyasar tindakan Presiden Prabowo Subianto yang menandatangani Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART) tanpa persetujuan DPR dan tanpa partisipasi publik yang bermakna. Anggota koalisi sekaligus Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara menilai tindakan Presiden bertentangan dengan Pasal 11 UUD 1945, Pasal 2 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, serta melanggar Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) sebagaimana diatur dalam Pasal 10 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang […] - [Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan](https://igj.or.id/2026/03/11/perjanjian-dagang-rias-digugat-ke-ptun-dpr-dikritik-tak-kritis-jalankan-fungsi-pengawasan/): Suara.com – Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Rahmat Maulana Sidik, mengkritik sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai tidak menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto atas perjanjian dagang dengan Amerika Serikat melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART). Menurut Rahmat, perjanjian tersebut berpotensi merugikan Indonesia karena memuat ketentuan yang lebih banyak menguntungkan pihak Amerika Serikat dibandingkan Indonesia. “Secara serius perjanjian ini telah melanggar banyak hal, termasuk menggadaikan Indonesia kepada Amerika. 214 kewajiban Indonesia itu secara tegas dan jelas bahwa itu untuk kepentingan Amerika Serikat. Tidak ada Indonesia di dalamnya,” kata Rahmat ditemui di PTUN, Jakarta Timur, Rabu […] - [Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Presiden di PTUN: Perjanjian Dagang The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–AS Bertentangan dengan Konstitusi dan Mengancam Kedaulatan Ekonomi Nasional](https://igj.or.id/2026/03/11/koalisi-masyarakat-sipil-gugat-presiden-di-ptun-perjanjian-dagang-the-agreement-on-reciprocal-trade-art-indonesia-as-bertentangan-dengan-konstitusi-dan-mengancam-kedaulatan-ekonomi-nasional/): Jakarta, [11 Maret 2026] – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Indonesia for Global Justice (IGJ), Perserikatan Solidaritas Perempuan, WALHI Nasional dan Trend Asia secara resmi mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melanggar Hukum oleh Pemerintah (Onrechtmatige Overheidsdaad) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 11 Maret 2026. Gugatan ini menyasar tindakan Presiden Republik Indonesia yang pada tanggal 19 Februari 2026 menandatangani Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART) tanpa persetujuan DPR dan tanpa partisipasi publik yang bermakna. Koalisi menilai tindakan Presiden tersebut bertentangan dengan Pasal […] - [Lawsuit for Unlawful Government Action (Onrechtmatige Overheidsdaad) Regarding the Action of the Government of the Republic of Indonesia, Represented by the President of the Republic of Indonesia, in Approving and/or Ratifying the Indonesia-United States Reciprocal Trade Agreement (ART)](https://igj.or.id/2026/03/11/lawsuit-for-unlawful-government-action-onrechtmatige-overheidsdaad-regarding-the-action-of-the-government-of-the-republic-of-indonesia-represented-by-the-president-of-the-republic-of-indonesia-in/?lang=en): Indonesia for Global Justice (IGJ), along with the Center of Economic and Law Studies (CELIOS), the Alliance of Independent Journalists (AJI), and Solidaritas Perempuan (Women’s Solidarity), filed a lawsuit against Indonesian President Prabowo Subianto at the Jakarta State Administrative Court (PTUN) over the US-Indonesia trade agreement. Walhi (Walhi) and Trend Asia also supported the lawsuit. The plaintiffs believe the President’s actions violated the law by entering into the US trade agreement without the approval and consultation of the Indonesian House of Representatives (DPR RI), given the impact this trade agreement will have on Indonesia’s more than 280 million people across […] - [Jebakan 'Antek Asing' dalam Diplomasi Dagang Prabowo](https://igj.or.id/2026/03/10/jebakan-antek-asing-dalam-diplomasi-dagang-prabowo/): Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) AS-Indonesia ini bukan sebuah prestasi bagi bangsa yang berdaulat. Kalau dibaca teks perjanjiannya terdapat kurang lebih 214 kata berisi kewajiban Indonesia untuk “berkonsultasi”, “berkomunikasi”, hingga “mengubah” aturan strategis terkait perdagangan untuk kepentingan Amerika Serikat. Pertanyaan mendasarnya apakah Presiden Prabowo tidak membaca terlebih dahulu perjanjian ini sebelum ditandatangani. Atau justru pidato “antek asing” itu sebenarnya menunjuk dirinya sendiri? Jelas perjanjian ini sarat dengan kepentingan “asing”. Selengkapnya opini Rahmat maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) yang telah diterbitkan oleh KataData pada 5 Maret 2026 berjudul: Jebakan “Antek Asing” dalam Diplomasi Dagang Prabowo. ‎ […] - [33 Poin Keberatan Indonesia for Global Justice (IGJ) ke Presiden dan DPR atas Perjanjian ART Indonesia - Amerika Serikat](https://igj.or.id/2026/03/03/33-poin-keberatan-indonesia-for-global-justice-igj-ke-presiden-dan-dpr-atas-perjanjian-art-indonesia-amerika-serikat/): 33 Poin Keberatan Indonesia for Global Justice (IGJ) ke Presiden dan DPR atas Perjanjian ART Indonesia – Amerika Serikat Jakarta, Maret 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) pada surat tertanggal 3 Maret 2026 menyampaikan 33 poin keberatan ke Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terkait Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Amerika Serikat dan Indonesia yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. IGJ menilai perjanjian ART bukanlah kesepakatan yang setara dan timbal-balik, melainkan perjanjian yang mengancam ruang kebijakan nasional dan melemahkan kedaulatan ekonomi Indonesia. Padahal, kompas kedaulatan ekonomi telah dimaktubkan dalam Pasal 33 UUD 1945 yang […] - [US-Indonesia Trade Deal Threatens Generic Medicines and Weakens Indonesia’s National Drug Authority](https://igj.or.id/2026/03/02/us-indonesia-trade-deal-threatens-generic-medicines-and-weakens-indonesias-national-drug-authority/?lang=en): Jakarta, 2 March 2026 – The Agreement on Reciprocal Trade (ART) between the United States and Indonesia poses serious risks to public health protection. The agreement, signed on 19 February 2026, includes provisions on the recognition of United States Food and Drug Administration (FDA) certificates and the implementation of pharmaceutical data exclusivity, both of which could weaken the authority of Indonesia’s National Agency of Drug and Food Control (BPOM) and restrict public access to generic medicines. Rahmat Maulana Sidik, Executive Director of Indonesia for Global Justice (IGJ), stated that the Agreement on Reciprocal Trade obliges Indonesia to accept marketing authorizations […] - [The US-Israel Attack on Iran: A Clear Manifestation of Imperialism and a Violation of International Law](https://igj.or.id/2026/03/02/the-us-israel-attack-on-iran-a-clear-manifestation-of-imperialism-and-a-violation-of-international-law/?lang=en): Jakarta, 28 Februari 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) firmly condemns and denounces the military attack carried out by the United States and Israel against the Islamic Republic of Iran. This act of aggression constitutes a blatant violation of the fundamental principles of international law and state sovereignty. Several provisions of international law have been breached by the US-Israel action, including: Beyond its illegality, this military action is also morally indefensible, especially given its potential to escalate regional and international tensions. Reports indicate that the attacks have resulted in significant civilian casualties. As of late February 2026, various sources […] - [Kesepakatan Dagang AS–RI Ancam Obat Generik dan Lemahkan BPOM RI](https://igj.or.id/2026/03/02/kesepakatan-dagang-as-ri-ancam-obat-generik-dan-lemahkan-bpom-ri/): Jakarta, 2 Maret 2026 – Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Amerika Serikat dan Indonesia berpotensi mengancam perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam kesepakatan yang ditandatangani pada 19 Februari 2026 tersebut, terdapat ketentuan terkait penerimaan sertifikat Food and Drug Administration (FDA) serta penerapan eksklusivitas data obat yang dapat melemahkan peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mempersempit akses masyarakat terhadap obat generik. Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai bahwa Perjanjian ART mewajibkan Indonesia menerima persetujuan pemasaran (marketing authorization) yang telah diterbitkan FDA. Artinya, perusahaan asal Amerika Serikat dapat memasarkan obat dan produk kesehatan di Indonesia […] - [Serangan AS-Israel ke Iran Wujud Nyata Imperialisme dan Pelanggaran Hukum Internasional](https://igj.or.id/2026/03/02/serangan-as-israel-ke-iran-wujud-nyata-imperialisme-dan-pelanggaran-hukum-internasional/): Jakarta, 28 Februari 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) dengan tegas mengecam dan mengutuk serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Tindakan agresi ini jelas melanggar prinsip dasar hukum internasional dan kedaulatan negara. Ada sejumlah ketentuan hukum internasional yang dilanggar oleh AS-Israel, diantaranya: Tidak hanya ilegal secara hukum, tetapi juga secara moral tidak dapat dibenarkan, terlebih peperangan ini berpotensi memicu ketegangan regional dan internasional. Dalam pemberitaan diinformasikan bahwa serangan ini telah menimbulkan korban sipil yang besar. Hingga akhir Februari 2026, berbagai laporan menunjukkan bahwa lebih dari 200 warga sipil Iran tewas dan ratusan […] - [PRESS RELEASE INDONESIA FOR GLOBAL JUSTICE (IGJ) Indonesia-United States Agreement on Reciprocal Trade: A Serious Threat to National Sovereignty and National Interest](https://igj.or.id/2026/02/24/press-release-indonesia-for-global-justice-igj-indonesia-united-states-agreement-on-reciprocal-trade-a-serious-threat-to-national-sovereignty-and-national-interest/?lang=en): Jakarta, 24 February 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) firmly condemns and strongly opposes the Agreement on Reciprocal Trade (ART) between Indonesia and the United States, which threatens national sovereignty, narrows Indonesia’s policy space for national development, and places Indonesia in a position equivalent to being a subordinate to U.S. interests. This trade agreement is not an achievement. Rather, it is a disaster for a sovereign nation forced to kneel under a new form of colonial domination by the United States. A close reading of the agreement reveals approximately 214 words outlining Indonesia’s obligations to “consult,” “communicate,” and even […] - [Statement of Position of Indonesia for Global Justice (IGJ) Rejecting the Indonesia–United States Trade Agreement: Neocolonialism and Constitutional Violations](https://igj.or.id/2026/02/24/statement-of-position-of-indonesia-for-global-justice-igj-rejecting-the-indonesia-united-states-trade-agreement-neocolonialism-and-constitutional-violations/?lang=en): Jakarta, 20 February 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) firmly rejects the “Reciprocal Trade” agreement between the Government of Indonesia and the Government of the United States, signed by President Donald J. Trump and President Prabowo Subianto. IGJ assesses that this agreement is not an equal partnership, but rather a form of economic neocolonialism that strengthens the dominance of global corporations over developing countries and threatens Indonesia’s economic sovereignty. This agreement significantly opens Indonesia’s market to American products and corporations by eliminating tariffs on nearly all products, removing Domestic Component Level (TKDN) requirements, accepting American regulatory standards, and liberalizing […] - [SIARAN PERS INDONESIA FOR GLOBAL JUSTICE (IGJ) Perjanjian Dagang ART Indonesia – Amerika Serikat Ancaman Serius Bagi Kedaulatan Bangsa dan Kepentingan Nasional](https://igj.or.id/2026/02/24/siaran-pers-indonesia-for-global-justice-igj-perjanjian-dagang-art-indonesia-amerika-serikat-ancaman-serius-bagi-kedaulatan-bangsa-dan-kepentingan-nasional/): Jakarta, 24 Februari 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) dengan tegas mengutuk keras dan menentang Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang mengancam kedaulatan nasional, mempersempit ruang kebijakan pembangunan nasional serta menempatkan Indonesia dalam posisi negara yang dijajah oleh Amerika Serikat. Perjanjian dagang ini bukan sebuah prestasi. Melainkan musibah bagi bangsa berdaulat yang harus bertekuk lutut dalam bentuk penjajahan baru oleh Amerika Serikat. Kalau dibaca teks perjanjiannya, terdapat kurang lebih 214 kata berisi kewajiban Indonesia untuk ’berkonsultasi’, ’berkomunikasi’, hingga ’mengubah’ aturan strategis terkait perdagangan untuk kepentingan AS. Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for […] - [Pernyataan Sikap Indonesia for Global Justice (IGJ) Menolak Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat: Neokolonialisme dan Pelanggaran Konstitusi](https://igj.or.id/2026/02/21/pernyataan-sikap-indonesia-for-global-justice-igj-menolak-perjanjian-dagang-indonesia-amerika-serikat-neokolonialisme-dan-pelanggaran-konstitusi/): Jakarta, 20 Februari 2026 – Indonesia for Global Justice (IGJ) menolak keras perjanjian dagang “Reciprocal Trade” antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat yang ditandatangani oleh Presiden Donald J. Trump dan Presiden Prabowo Subianto. IGJ menilai perjanjian ini bukan kerja sama setara, melainkan bentuk neokolonialisme ekonomi yang memperkuat dominasi korporasi global atas negara berkembang dan mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia. Perjanjian ini membuka pasar Indonesia secara luas bagi produk dan perusahaan Amerika melalui penghapusan tarif hampir seluruh produk, penghilangan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penerimaan standar regulasi Amerika, serta liberalisasi arus data. Kebijakan ini akan memperdalam ketergantungan ekonomi Indonesia, melemahkan […] - [Penelusuran Bukti Penghijauan Paten Produk Farmasi di Indonesia](https://igj.or.id/2026/02/21/penelusuran-bukti-penghijauan-paten-produk-farmasi-di-indonesia/): Setiap tahun, jutaan orang di Indonesia bergantung pada obat untuk mengobati tuberkulosis, HIV, hepatitis C, diabetes, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Namun di balik kebutuhan yang mendesak itu, harga obat sering kali tetap tinggi, bahkan setelah bertahun-tahun beredar di pasar. Laporan ini menelusuri salah satu penyebab pentingnya: praktik patent evergreening atau penghijauan paten—strategi memperpanjang masa monopoli melalui pengajuan paten tambahan atas perubahan minor dari obat yang sama. Melalui analisis terhadap 68 paten dari 20 obat dengan beban penyakit tinggi, studi ini menemukan bahwa seluruh obat yang diteliti memiliki paten sekunder yang diajukan sebelum paten utama berakhir, sehingga memperpanjang perlindungan eksklusif […] - [Plus bagi Eropa, Minus bagi Indonesia](https://igj.or.id/2026/02/21/plus-bagi-eropa-minus-bagi-indonesia/): Kertas Analisis Bab Kekayaan Intelektual dalam I–EU CEPA – Persoalan Akses pada Obat Perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA) bukan sekadar soal tarif dan perdagangan barang. Di dalamnya terdapat Bab Kekayaan Intelektual yang berpotensi membawa standar perlindungan paten yang lebih tinggi dari ketentuan WTO—sering disebut sebagai TRIPS-Plus. Kertas analisis ini membedah secara kritis bagaimana ketentuan tersebut dapat memengaruhi akses obat di Indonesia. Melalui pembacaan teks perundingan dan perbandingan dengan standar dalam WTO, analisis ini menyoroti isu-isu kunci seperti perpanjangan masa perlindungan paten, data dan market exclusivity, serta penguatan mekanisme penegakan di perbatasan. Ketentuan-ketentuan tersebut berpotensi memperpanjang masa […] - [Trade Agreements and the Illusion of Indonesian Economic Sovereignty](https://igj.or.id/2026/01/26/trade-agreements-and-the-illusion-of-indonesian-economic-sovereignty/?lang=en): How much economic sovereignty does Indonesia truly have under modern trade agreements? In latest article Rahmat Maulana Sidik, Executive Director of Indonesia for Global Justice (IGJ) that published by KataData Indonesia — “Perjanjian dagang dan ilusi kedaulatan ekonomi Indonesia” — He is explored how certain trade pacts can limit policy space, constrain domestic economic decision-making, and perpetuate structural dependencies that undermine genuine economic autonomy. This is a critical reflection on how global trade frameworks intersect with national development goals, especially for emerging economies navigating complex geopolitical pressures. Read the full article published by KataData.co.id here (BAHASA):https://katadata.co.id/indepth/opini/6972d6b6924fa/perjanjian-dagang-dan-ilusi-kedaulatan-ekonomi-indonesia TradePolicy #EconomicSovereignty #GlobalSouth #Indonesia […] - [Perjanjian Dagang dan Ilusi Kedaulatan Ekonomi Indonesia](https://igj.or.id/2026/01/26/perjanjian-dagang-dan-ilusi-kedaulatan-ekonomi-indonesia/): Seberapa berdaulat ekonomi Indonesia sebenarnya di bawah perjanjian perdagangan modern? Dalam artikel terbaru Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) yang diterbitkan oleh KataData Indonesia — “Perjanjian dagang dan ilusi kedaulatan ekonomi Indonesia” — beliau mengeksplorasi bagaimana pakta perdagangan tertentu dapat membatasi ruang kebijakan, membatasi pengambilan keputusan ekonomi domestik, dan melanggengkan ketergantungan struktural yang merusak otonomi ekonomi sejati. Ini adalah refleksi kritis tentang bagaimana kerangka perdagangan global beririsan dengan tujuan pembangunan nasional, terutama bagi negara-negara berkembang yang menghadapi tekanan geopolitik yang kompleks. Baca artikel lengkapnya yang telah diterbitkan oleh KataData.co.id di sini: https://katadata.co.id/indepth/opini/6972d6b6924fa/perjanjian-dagang-dan-ilusi-kedaulatan-ekonomi-indonesia TradePolicy #EconomicSovereignty #GlobalSouth #Indonesia […] - [International Call to Strengthen Antifascist and Anti-Imperialist Action](https://igj.or.id/2026/01/21/international-call-to-strengthen-antifascist-and-anti-imperialist-action/?lang=en): Uploaded and posted by CADTM. Full link and sign call here: https://www.cadtm.org/International-Call-to-Strengthen-Antifascist-and-Anti-Imperialist-Action 20 January 2026 – The extreme right and neo-fascist forces are advancing on every continent. While the threat manifests itself in different ways depending on the country or region, its common elements are readily identifiable: the goal of annihilating labor rights and protections, the suppression of workers’ organizations, the dismantling of social security and the imposition of a precarious existence for both employed and unemployed workers, the privatization of public services, the denial of climate change, the use of the high level of public debt as an excuse […] - [Tata Kelola Mineral Kritis Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Perjanjian Dagang](https://igj.or.id/2026/01/04/tata-kelola-mineral-kritis-indonesia-di-bawah-bayang-bayang-perjanjian-dagang/): RINGKASAN Transisi energi pada dasarnya adalah perebutan kekuasaan geopolitik, di mana negara industri maju berlomba mengamankan pasokan mineral kritis untuk dominasi teknologi. Kebijakan seperti hilirisasi dan perjanjian dagang internasional justru dapat menjebak Indonesia sebagai pemasok bahan mentah bernilai rendah. Tanpa penguasaan teknologi strategis dan kedaulatan atas sumber daya, transisi hijau Indonesia akan terus dikendalikan oleh kepentingan eksternal. Arah transisi harus diubah untuk memprioritaskan keadilan ekologis dan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar melayani kebutuhan pasar global. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Rahmat Maulana Sidik : Tata Kelola Mineral Kritis Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Perjanjian Dagang” , https://katadata.co.id/indepth/opini/695376bfa598c/tata-kelola-mineral-kritis-indonesia-di-bawah-bayang-bayang-perjanjian-dagang https://igj.or.id/2025/12/24/siaran-pers-indonesia-as-sepakati-perjanjian-dagang-resiprokal-igj-ingatkan-bahaya-penggadaian-mineral-dan-pengerukan-alam-indonesia/ Penulis: […] - [PRESS RELEASE Indonesia–US Conclude a Reciprocal Trade Agreement: IGJ Warns of the Risks of Mineral Sell-Offs and Accelerated Environmental Extraction in Indonesia](https://igj.or.id/2025/12/28/press-release-indonesia-us-conclude-a-reciprocal-trade-agreement-igj-warns-of-the-risks-of-mineral-sell-offs-and-accelerated-environmental-extraction-in-indonesia/?lang=en): Jakarta, 24 December 2025 – Indonesia for Global Justice (IGJ) considers the substantive agreement on the Agreements on Reciprocal Trade (ART) between Indonesia and the United States as a step that poses serious risks to Indonesia’s economic sovereignty, environmental sustainability, and long-term development prospects. Behind the narrative of “balance” and “market access,” this agreement in fact perpetuates Indonesia’s long-standing dependency as a supplier of raw materials and strategic minerals for the industrial interests of developed countries, particularly the United States. Rahmat Maulana Sidik, Executive Director of Indonesia for Global Justice (IGJ), emphasized that “this reciprocal trade agreement has the potential […] - [SIARAN PERS : Indonesia–AS Sepakati Perjanjian Dagang Resiprokal: IGJ Ingatkan Bahaya Penggadaian Mineral dan Pengerukan Alam Indonesia](https://igj.or.id/2025/12/24/siaran-pers-indonesia-as-sepakati-perjanjian-dagang-resiprokal-igj-ingatkan-bahaya-penggadaian-mineral-dan-pengerukan-alam-indonesia/): Jakarta, 24 Desember 2025 – Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai kesepakatan substansi Agreements on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat sebagai langkah yang berisiko tinggi terhadap kedaulatan ekonomi, lingkungan, dan masa depan pembangunan Indonesia. Di balik narasi “keseimbangan” dan “akses pasar”,[1] perjanjian ini justru melanggengkan pola lama ketergantungan Indonesia sebagai pemasok bahan mentah dan mineral strategis bagi kepentingan industri negara maju, khususnya Amerika Serikat. Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) menegaskan bahwa ”perjanjian dagang resiprokal ini berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi eksploitasi tanpa batas sumber daya alam Indonesia oleh Amerika Serikat terutama […] - [IEU CEPA: WHO CONTROLS INDONESIA’S CRITICAL MINERALS?](https://igj.or.id/2025/12/19/ieu-cepa-who-controls-indonesias-critical-minerals/?lang=en): On 23 September 2025, Indonesia and the European Union officially signed the Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Narratives regarding potential GDP increases and rising exports following the implementation of IEU-CEPA have been circulated widely in the media. The projected rise in exports is largely attributed to several key commodities expected to dominate the European market, including palm oil, plantation products, and timber-based goods. There is an assumption and analysis that suggests1 how the trade structures of Indonesia and the European Union are complementary. Indonesia’s Trade Complementarity Index (TCI) for exports to the EU imports is approximately 0.6 out of a […] - [Siaran Pers: UU Paten Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Pasien Peringatkan Ancaman Serius terhadap Akses Obat](https://igj.or.id/2025/12/18/siaran-pers-uu-paten-digugat-ke-mahkamah-konstitusi-pasien-peringatkan-ancaman-serius-terhadap-akses-obat/): Jakarta, 17 Desember 2025 – Sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bersama individu yang tergabung dalam Koalisi Advokasi Hak Pasien untuk Akses Obat resmi mengajukan uji materiil atas Undang-Undang No. 65 Tahun 2024 tentang Paten (UU Paten) ke Mahkamah Konstitusi. Para Pemohon menilai UU terbaru ini memuat ketentuan yang mengancam akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial, khususnya akibat penghapusan dari Pasal 4(f) yang membuka peluang praktik patent evergreening, yakni strategi perusahaan farmasi untuk memperpanjang monopoli atas paten obat. Patent evergreening merujuk pada berbagai taktik perusahaan untuk memperpanjang perlindungan paten demi mempertahankan monopoli dan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Dampaknya, obat generik tidak bisa masuk […] - [Indonesia - Canada CEPA: Problems in the Investment Clause in the I-Ca CEPA Agreement](https://igj.or.id/2025/12/17/indonesia-canada-cepa-problems-in-the-investment-clause-in-the-i-ca-cepa-agreement/?lang=en): Indonesia and Canada began negotiating the Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-Ca CEPA) in June 2021. After 10 rounds of negotiations, the two countries announced the achievement of a substantive agreement on November 15, 2024, witnessed by President Prabowo Subianto and Canadian Prime Minister Mark Carney in Ottawa on September 24, 2025.The I-Ca CEPA includes substantial tariff liberalization (eliminating >95% of tariffs on Canadian exports and 90% of tariffs on Indonesian exports) and broader market access for goods, services, and investment. The government estimates that the I-Ca CEPA will boost Indonesian exports to Canada to US$11.8 billion by 2030 and […] - [INDONESIA - KANADA CEPA: PROBLEMATIKA DALAM KLAUSUL INVESTASI PADA PERJANJIAN I-CA CEPA](https://igj.or.id/2025/12/17/indonesia-kanada-cepa-problematika-dalamklausul-investasi-padaperjanjian-i-ca-cepa/): Indonesia dan Kanada mulai merundingkan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-Ca CEPA) pada Juni 2021. Setelah 10 putaran perundingan, kedua negara mengumumkan tercapainya kesepakatan substantif pada 15 November 2024 yang disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Ottawa pada 24 September 2025 lalu . I-Ca CEPA ini mencakup liberalisasi tarif secara besar-besaran (menghapus >95% tarif terhadap ekspor Kanada dan 90% tarif terhadap ekspor Indonesia) serta akses pasar yang lebih luas di bidang barang, jasa, dan investasi. Pemerintah memperkirakan I-Ca CEPA akan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga USD 11,8 miliar pada 2030 dan menambah pertumbuhan […] - [IEU CEPA: Kendali Mineral Kritis Indonesia di Tangan Siapa?](https://igj.or.id/2025/12/17/ieu-cepa-kendali-mineral-kritis-indonesia-di-tangan-siapa/): Pada 23 September 2025, Indonesia dan Uni Eropa resmi menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IEU–CEPA). Narasi adanya potensi kenaikan PDB dan meningkatnya ekspor dari diberlakukannya IEUCEPA banyak terdengar di media. Khususnya kenaikan ekspor ini disebabkan oleh beberapa komoditas unggulan yang akan menjadi dominasi ekspor pasar eropa diantaranya kelapa sawit, hasil perkebunan dan produk kayu beserta turunannya. Ada anggapan dan analisa yang menyebutkan bahwa , struktur perdagangan Indonesia dan Uni Eropa bersifat saling melengkapi dimana TradeComplementarity Index (TCI) ekspor Indonesia terhadap impor UE bernilai ~0,6 dari maksimum 1 yang menandakan banyak produk ekspor utama Indonesia sesuai dengan kebutuhan impor UE (74% […] - [RILIS: Tata Kelola Mineral Kritis di Indonesia Di Bawah Bayang-Bayang Perjanjian Perdagangan Bebas](https://igj.or.id/2025/12/17/rilis-tata-kelola-mineral-kritis-di-indonesia-di-bawah-bayang-bayang-perjanjian-perdagangan-bebas/): Jakarta, 17 Desember 2025 — Indonesia for Global Justice (IGJ) menyampaikan keprihatinan mendalam atas implikasi jangka panjang perjanjian Indonesia-European Union maupun Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU dan ICa CEPA)  terhadap kedaulatan Indonesia atas sektor mineral kritis. Terkait hal tersebut, IGJ meluncurkan dua kertas analisis berjudul “IEU CEPA: Kendali Mineral Kritis Indonesia di Tangan Siapa? dan Problematika dalam Klausul Investasi Perjanjian I-Ca CEPA” yang membedah ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut dan dampaknya terhadap tata kelola mineral kritis dan kebijakan industri hijau nasional. Dalam kertas analisis IGJ disebutkan bahwa sektor mineral kritis kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, Indonesia ingin […] - [Mineral Kritis dalam Cengkeraman Perjanjian Dagang: Tantangan Kebijakan dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia](https://igj.or.id/2025/11/28/mineral-kritis-dalam-cengkeraman-perjanjian-dagang-tantangan-kebijakan-dan-kedaulatan-ekonomi-indonesia/): Jakarta, 26 November 2025. Indonesia for Global Justice (IGJ) bersama dengan WALHI Maluku Utara, WALHI Nusa Tenggara Barat (NTB), WALHI Bangka Belitung dan Komnasdesa Sulawesi Tenggara mengadakan lokakarya selama tiga hari yang bertemakan “Green Industrial Policies dan Tata Kelola Mineral Kritis di Era Perjanjian Perdagangan Bebas: Tantangan Keadilan dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia”, pada 17–19 November 2025 di Jakarta. Acara ini mempertemukan akademisi, peneliti, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan komunitas daerah untuk membangun pemahaman bersama mengenai tantangan pada tata kelola mineral kritis di Indonesia pada era perjanjian perdagangan bebas. Acara dibuka oleh Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif IGJ, mengingatkan bahwa kebijakan […] - [Siaran Pers Bersama: Hadir di MK, Kuasa Presiden Belum Siap Berikan Keterangan Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) ](https://igj.or.id/2025/11/05/siaran-pers-bersama-hadir-di-mk-kuasa-presiden-belum-siap-berikan-keterangan-komite-pembela-hak-konstitusional-kepal/): Selasa, 04 November 2025, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar Sidang Pleno Pengujian Materiil  UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi UU  (UU Cipta Kerja) dengan Agenda Mendengar Keterangan Presiden dan DPR. Sayangnya, meskipun  hadir mengikuti sidang, namun pihak pemerintah menyatakan kepada Majelis Hakim MK bahwa  belum siap memberikan Keterangan Presiden. Adapun Keterangan DPR dibacakan oleh Kuasa  Hukum DPR yaitu Nasir Jamil, anggota Komisi III DPR.   Gunawan, pemohon uji materi tersebut dari mewakili IHCS (Indonesian Human Rights Committee  for Social Justice) menyatakan, bahwa permohonan uji materi ini adalah menguji sejumlah aturan di  UU […] - [Civil Society Letter to ASEAN Member States on the Digital Economy Framework Agreement  (DEFA) Negotiations ](https://igj.or.id/2025/10/24/civil-society-letter-to-asean-member-states-on-the-digital-economy-framework-agreement-defa-negotiations/?lang=en): Your Excellencies,   We, the undersigned digital policy groups, consumer rights organizations, civil society networks,  labor organizations, and public interest advocates from ASEAN Member States (AMS), write to  express our deep concern and disappointment at the lack of public participation, transparency, and  open government processes in the ongoing negotiations of the Digital Economy Framework  Agreement (DEFA).   DEFA will shape the regulatory, economic, and social landscape of ASEAN, with far-reaching  implications for domestic digital regulations, standards, and safeguards, as well as a wide range of  other laws and regulations, including health and environment. Yet the negotiation process remains  closed to the public.   […] - [Siaran Pers Bersama: MEMBELA HAK PETANI, NELAYAN, DAN MASYARAKAT ADAT : KEPAL AJUKAN UJI MATERIL UU CIPTA KERJA Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL)](https://igj.or.id/2025/09/19/siaran-pers-bersama-membela-hak-petani-nelayan-dan-masyarakat-adat-kepal-ajukan-uji-materil-uu-cipta-kerja-komite-pembela-hak-konstitusional-kepal/): Jakarta, 19 September 2025. Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) sejak 2020 lalu konsisten melakukan serangkaian tindakan advokasi mengawal UU Cipta Kerja. Setelah sebelumnya melakukan permohonan uji formil UU Cipta Kerja, melakukan pemantauan dan pengaduan konstitusional atas pelanggaran putusan melakukan pemantauan pelanggaran putusan MK dalam perkara pengujian formil UU Cipta Kerja, dan melakukan permohonan uji formil UU Penetapan Perppu Cipta Kerja Menjadi UU. Kini dalam rangka membela hak-hak konstitusional petani, nelayan dan masyarakat adat telah dilakukan pendaftaran uji materiil UU Penetapan Perpu Cipta Kerja Menjadi UU karena UU tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan merugikan hak-hak konstitusional masyarakat, khususnya bagi […] - [Statement Regarding the World Trade Organization (WTO) Agreement on Fisheries Subsidies](https://igj.or.id/2025/09/17/statement-regarding-the-world-trade-organization-wto-agreement-on-fisheries-subsidies/?lang=en): 16 September 2025 We are members of traditional fisher peoples (smallscale fishers), civil society organisations, Indigenous Peoples, and conservation groups who advocate for improved livelihoods, ocean ecosystems a justiceled development. We are making this statement at a time when we face multiple crises as they relate to our oceans. Climate change is forcing fish stocks to migrate, increasing ocean acidification, destroying our coastal homes and jeopardising cultural practices. Debt crises are resulting in our governments paying more to service debt than they spend on health and education. Biodiversity levels are collapsing, threatening entire food chains. In the face of such […] - [STATEMENT OF POSITION FROM THE INDONESIAN TAX  JUSTICE FORUM Call to Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa: Complete a Fair Tax Reform that Serves the People](https://igj.or.id/2025/09/09/statement-of-position-from-the-indonesian-tax-justice-forum-call-to-finance-minister-purbaya-yudhi-sadewa-complete-a-fair-tax-reform-that-serves-the-people/?lang=en): Tuesday, September 9, 2025 The wave of protests spreading across many regions in Indonesia is like a ticking time bomb, triggered by the government’s poor management of the country. It reflects the growing public frustration over worsening social and economic problems, alongside political dynamics that fail to protect the people’s interests. One of the key demands voiced by civil society in the People’s Demands 17+8 is for a fairer tax reform. This includes ensuring a balanced transfer of the national budget (APBN) from the central government to local regions, reviewing tax hike plans that burden ordinary citizens, and the urgent […] - [PERNYATAAN SIKAP FORUM PAJAK BERKEADILAN INDONESIA Seruan Kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Tuntaskan Reformasi Pajak yang Adil dan Berpihak pada Rakyat](https://igj.or.id/2025/09/09/pernyataan-sikap-forum-pajak-berkeadilan-indonesia-seruan-kepada-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa-tuntaskan-reformasi-pajak-yang-adil-dan-berpihak-pada-rakyat/): Selasa, 9 September 2025 Gelombang unjuk rasa yang merebak di berbagai wilayah di Indonesia bagaikan ledakan bom waktu atas ketidak piawaian pemerintah dalam mengelola negara, sekaligus mencerminkan akumulasi kekecewaan publik atas persoalan sosial ekonomi yang kian kompleks serta dinamika politik yang tidak berpihak pada rakyat. Salah satu tuntutan yang digaungkan oleh masyarakat sipil dalam Tuntutan Rakyat 17+8 adalah mengenai reformasi perpajakan yang lebih adil dengan mempertimbangkan keseimbangan transfer APBN dari pusat ke daerah, evaluasi rencana kenaikan pajak yang memberatkan rakyat, dan urgensi reformasi perpajakan yang adil dan berpihak pada rakyat. Kami, Forum Pajak Berkeadilan Indonesia mengamati dan menilai bahwa pemerintah […] - [Semua Dipajakin: Negara Harus Hentikan Kebijakan Pajak yang Membebani Rakyat Kecil dan Tidak Berkeadilan](https://igj.or.id/2025/08/08/semua-dipajakin-negara-harus-hentikan-kebijakan-pajak-yang-membebani-rakyat-kecil-dan-tidak-berkeadilan/): SIARAN PERS Indonesia for Global Justice (IGJ) Jakarta, 7 Agustus 2025 Pemerintah Indonesia semakin menunjukkan wajah neoliberalisme fiskal yang sesungguhnya. Dalam situasi ekonomi yang melemah, harga kebutuhan pokok yang terus naik, pengangguran yang masih tinggi, dan daya beli masyarakat yang merosot, pemerintah justru membebani rakyat dengan kebijakan pajak yang makin merajalela. Dari sektor konsumsi, transportasi, pendidikan, kesehatan, bahkan aktivitas digital, hampir semua lini kehidupan kini menjadi objek pemungutan pajak. Kebijakan ini tidak hanya menguras kantong masyarakat kecil, tetapi juga memperlihatkan keberpihakan pemerintah kepada kepentingan pemodal besar dan investor asing. Di saat rakyat diperas melalui pajak, pemerintah memberi karpet merah berupa insentif fiskal, […] - [Kritik terhadap Kesepakatan Dagang RI–AS dan Tantangan Tata Kelola Mineral Kritis](https://igj.or.id/2025/08/05/kritik-terhadap-kesepakatan-dagang-ri-as-dan-tantangan-tata-kelola-mineral-kritis/): Komitmen Lepas Ekspor, Arah Kebijakan Terganggu Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat mencakup salah satu isu penting dalam kedaulatan Indonesia terkait ekspor mineral kritis. Mengutip briefing dan statement Gedung Putih yang dirilis pada 22 Juli lalu, “Indonesia will remove restrictions on exports to the United States of industrial commodities, including critical minerals” , masih menjadi keterangan yang perlu perhatian khusus.  Pasalnya detail mengenai kesepakatan ini masih belum jelas apakah komitmen Indonesia terhadap penghapusan larangan ekspor mineral kritis ke AS akan berbentuk bahan mentah atau tidak. Kondisi ini menjadi pertaruhan serius terhadap kebijakan hilirisasi Indonesia yang telah membatasi ekspor bahan […] - [Dampak Buruk Kebijakan Tarif Trump terhadap Kedaulatan Digital dan  Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia ](https://igj.or.id/2025/08/05/dampak-buruk-kebijakan-tarif-trump-terhadap-kedaulatan-digital-dan-masa-depan-ekonomi-digital-indonesia/): artikel  Oleh: M. Aryanang Isal,  Koordinator Program untuk isu Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM) Email: anangisal@igj.or.id  Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap perdagangan global mengalami perubahan  signifikan akibat kebijakan tarif unilateral yang diadopsi oleh Amerika Serikat (AS) di bawah kekuasaan Presiden Donald Trump. Kebijakan tersebut, yang ditandai dengan  semangat proteksionisme dan prinsip “American First”, memunculkan ketimpangan  dalam hubungan dagang antara negara maju dan berkembang, khususnya bagi  Indonesia. Salah satu dampak paling nyata dari kebijakan ini adalah perbedaan  perlakuan tarif antara produk-produk asal Amerika Serikat dan produk ekspor  Indonesia.  Indonesia telah menyepakati perjanjian perdagangan bilateral dengan AS terkait  pengenaan tarif sebesar […] - [Diplomasi Dagang yang Mahal! Akses Obat Indonesia Terancam oleh Hasil Negosiasi  Prabowo dan Trump ](https://igj.or.id/2025/07/28/diplomasi-dagang-yang-mahal-akses-obat-indonesia-terancam-oleh-hasil-negosiasi-prabowo-dan-trump/): Artikel   Diplomasi Dagang yang Mahal! Akses Obat Indonesia Terancam oleh Hasil Negosiasi  Prabowo dan Trump  Oleh: Agung Prakoso,   Koordinator Program untuk Isu Kesehatan dan Pangan, Indonesia for Global Justice.   Hasil negosiasi antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Presiden  Republik Indonesia, Prabowo Subianto atas ancaman pemberlakuan tarif sepihak yang  diberlakukan oleh Trump akan sangat merugikan bagi Indonesia, terutama karena banyaknya  kewajiban yang justru harus diemban oleh Indonesia. Sektor kesehatan tidak luput dari yang  terdampak, dalam rilis yang dikeluarkan oleh “Gedung Putih” berjudul “Joint Statement on  Framework for United States–Indonesia Agreement on Recciprocal Trade,” terungkap salah  satu poin bahwa Indonesia […] - [Organisasi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah untuk tidak memasukkan hak investor mengajukan gugatan terhadap pemerintah (Investor State Dispute Settlement/ISDS) dalam perjanjian perdagangan RCEP](https://igj.or.id/2025/07/10/organisasi-masyarakat-sipil-mendesak-pemerintah-untuk-tidak-memasukkan-hak-investor-mengajukan-gugatan-terhadap-pemerintah-investor-state-dispute-settlement-isds-dalam-perjanjian-perdagangan-rcep/): Jakarta, 10 Juli 2025 – Sebanyak 60 organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), termasuk 14 organisasi masyarakat sipil dari Indonesia, menandatangani surat terbuka yang mendesak seluruh pemerintah anggota RCEP untuk menolak dimasukkannya mekanisme Investor-State Dispute Settlement (ISDS) ke dalam perjanjian tersebut. Adapun 14 organisasi masyarakat sipil Indonesia yang turut serta adalah: Indonesia for Global Justice (IGJ), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia, Kesatuan Perjuangan Rakyat, Puanifesto, Indonesia Aids Coalition, Serikat Petani Indonesia, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Resistance and Alternatives to Globalization (RAG), Sahita Institute, Perkumpulan INISIATIF, FIAN Indonesia, Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, […] - [Joint Statement from Global South Organizations on WSIS+20 Review: Advancing Inclusive and Equitable Digital Governance](https://igj.or.id/2025/07/10/joint-statement-from-global-south-organizations-on-wsis20-review-advancing-inclusive-and-equitable-digital-governance/?lang=en): This statement brings together voices from the Global South/Majority. If you are part of this community, we invite your endorsement via the form below. As civil society and human rights organizations from the Global Majority or the Global South, we issue this statement ahead of the WSIS+20 review to advocate for a digital governance ecosystem that is truly inclusive, representative, equitable, and accountable to the communities most affected by its outcomes. Two decades after the World Summit on the Information Society (WSIS), the commitments made in Geneva and Tunis remain critically relevant. WSIS articulated a vision for people-centered, development-driven, and […] - [Civil society groups say there is now even more reason to keep ISDS out ofthe RCEP](https://igj.or.id/2025/07/05/civil-society-groups-say-there-is-now-even-more-reason-to-keep-isds-out-ofthe-rcep/?lang=en): Civil society groups say there is now even more reason to keep ISDS out of  the RCEP  We, the undersigned civil society organisations from the 15 member countries* of the Regional  Comprehensive Economic Partnership (RCEP), call upon RCEP governments to continue to exclude  Investor-State Dispute Settlement (ISDS) from the RCEP.  After strong civil society opposition and much public debate, governments agreed to exclude ISDS  from the RCEP, which came into force for all members by June 2023. However, there was a  commitment to “enter into discussions” of ISDS within two years of RCEP’s entry into force. There is  no timetable […] - [Surat Terbuka - No ISDS on RCEP](https://igj.or.id/2025/07/05/surat-terbuka-no-isds-on-rcep/): Jakarta, 4 Juli 2025  Kepada yth:  Bapak Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartato, MBA., MMT.  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia  Bapak Sugiono, B.Sc., M.BA.  Menteri Luar Negeri Republik Indonesia  Bapak Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.  Menteri Perdagangan Republik Indonesia  Bapak Rosan Perkasa Roeslani, S.E., MBA.  Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia  Bapak Dr. Edi Prio Pambudi, S.E., M.A.  Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Kemenko Perekonomian RI  Bapak Djatmiko Bris Witjaksono, S.E., MSIE.  Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan RI  Ibu Nugraheni Prasetya Hastuti, S.H., LL.M., M.E.  Direktur Perundingan ASEAN, Kementerian Perdagangan RI  Perihal: Seruan […] - [KITA MEMBUTUHKAN KONVENSI KERANGKA HUTANG NEGARA KERJA PBB TENTANG](https://igj.or.id/2025/06/10/kita-membutuhkan-konvensi-kerangka-hutang-negara-kerja-pbb-tentang/): MENGAPA KITA MEMERLUKAN KONVENSI KERJA PBB? Lebih dari tiga miliar orang tinggal di negara-negara yang menghabiskan lebih banyak uang untuk pembayaran bunga daripada untuk pendidikan atau kesehatan. Pada tahun 2024, rata-rata pembayaran utang luar negeri dan dalam negeri mencapai 41% dari pendapatan anggaran negaranegara berkembang. Beban utang negara yang sangat besar terus menjadi hambatan utama bagi tindakan ekonomi dan iklim yang mendesak. Forum dan mekanisme yang ada telah menangani masalah ini sesuai dengan perspektif dan kepentingan pemberi pinjaman. Inisiatif keringanan utang sangat tidak memadai, dan utang yang tidak berkelanjutan dan tidak sah terus membebani negara-negara di belahan bumi selatan. Kerangka […] - [Lima Pekerjaan Rumah Mendesak untuk Direktur Jenderal Pajak Baru: Sistem Pajak yang Adil, Transparan, dan Progresif](https://igj.or.id/2025/05/29/lima-pekerjaan-rumah-mendesak-untuk-direktur-jenderal-pajak-baru-sistem-pajak-yang-adil-transparan-dan-progresif/): Jakarta, 23 Mei 2025 – Penunjukan Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru membuka babak penting dalam arah kebijakan fiskal Indonesia. Forum Pajak Berkeadilan Indonesia (FPBI), koalisi organisasi masyarakat sipil yang mendorong reformasi perpajakan, menyampaikan lima pekerjaan rumah mendesak untuk memastikan sistem pajak yang adil, transparan, dan progresif. Agenda-agenda ini menjawab tantangan fiskal, ketimpangan ekonomi, dan kebutuhan untuk memperkuat peran Indonesia dalam tata kelola pajak global. Penerimaan Pajak Melambat, Tekanan Fiskal Meningkat Penerimaan pajak Indonesia menghadapi tren penurunan yang mengkhawatirkan. Pada 2022, penerimaan pajak melonjak 34,27% dari Rp 1.278 triliun menjadi Rp 1.716 triliun, didorong oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi. […] - [Civil Society Calls on Indonesia to Take a Leading Role in Reforming Global Financial Architecture at UN FfD4](https://igj.or.id/2025/05/21/civil-society-calls-on-indonesia-to-take-a-leading-role-in-reforming-global-financial-architecture-at-un-ffd4/?lang=en): Jakarta, 5 May 2025 – Ahead of the Fourth International Conference on Financing for Development (UN FfD4), which will be held from 30 June to 3 July 2025 in Seville, Spain — the first such conference since 2015 — various Indonesian civil society organizations are urging the Government of Indonesia to take a strategic and proactive role in advancing a global financial system that is fair, transparent, and centered on the needs of people. The UN FfD4 serves as the United Nations’ official platform for shaping global policy on financing sustainable development. This year’s conference is particularly crucial amid a […] - [Masyarakat Sipil Serukan Indonesia Mengambil Peran Kunci dalam Reformasi Arsitektur Keuangan Global di UN FfD4](https://igj.or.id/2025/05/21/masyarakat-sipil-serukan-indonesia-mengambil-peran-kunci-dalam-reformasi-arsitektur-keuangan-global-di-un-ffd4/): Jakarta, [19 Mei 2025] – Menjelang pelaksanaan Konferensi Pembiayaan untuk Pembangunan ke-4 (UN FfD4) pada 30 Juni – 3 Juli 2025 di Sevilla, Spanyol — yang menjadi pertemuan pertama sejak 2015 — berbagai organisasi masyarakat sipil di Indonesia menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam mendorong reformasi sistem keuangan global yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat.   UN FfD4 adalah forum PBB untuk menyusun kebijakan pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini menjadi krusial di tengah krisis utang, ketimpangan fiskal global, dan minimnya pendanaan iklim, yang menyoroti perlunya sistem keuangan internasional yang lebih inklusif dan demokratis, terutama bagi negara-negara […] - [Webinar Persoalan Utang: Pentingnya Mengawal Kerangka Kerja Utang Negara PBB pada perundingan UN Finance for Development 4](https://igj.or.id/2025/05/05/webinar-persoalan-utang-pentingnya-mengawal-kerangka-kerja-utang-negara-pbb-pada-perundingan-un-finance-for-development-4/): Indonesia for Global Justice (IGJ) telah menyelenggarakan webinar yang diadakan pada tanggal 28 April 2025, dimana membahas kebutuhan mendesak akan mekanisme yang adil dan transparan dalam menyelesaikan krisis utang negara. Diskusi yang dilaksanakan secara online mengundang beberapa perwakilan masyarakat sipil, akademisi, dan mahasiswa ini menyoroti meningkatnya risiko yang dihadapi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya tanpa adanya reformasi sistemik pada arsitektur utang global.   Webinar ini menekankan peran penting Konferensi Internasional Keempat tentang Pembiayaan untuk Pembangunan (UN Finance for Development 4 /FfD4) yang akan datang, tempat berlangsungnya negosiasi global tentang pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Inti dari diskusi tersebut adalah seruan kuat bagi […] - [WAKTUNYA UNTUK MENUNTUT REFORMASI STRUKTURAL KEUANGAN GLOBAL, APA YANG SALAH? APA YANG BISA DILAKUKAN?](https://igj.or.id/2025/03/04/waktunya-untuk-menuntut-reformasi-struktural-keuangan-global-apa-yang-salah-apa-yang-bisa-dilakukan/): Jakarta, 26 Januari 2025. Saat kita memasuki tahun 2025, 54 negara mengalami krisis utang, terpaksa memangkas pengeluaran mereka untuk layanan publik dasar dan aksi iklim untuk membayar utang luar negeri. Merujuk pada laporan ActionAid yang berjudul “Who Owes Who?”, poin kritis dapat dilihat pada permasalahan arsitektur utang global saat ini. Negara-negara kaya sering kali terhindar dari konsekuensi utang yang berat, sementara negara-negara berpenghasilan rendah menghadapi langkah-langkah penghematan yang berat yang diberlakukan oleh lembaga-lembaga seperti IMF. Sistem ini secara tidak proporsional memengaruhi perempuan dan kelompok berpenghasilan rendah di negara-negara ini, yang menanggung beban pemotongan layanan publik. Menurut laporan ActionAid tersebut, argumen […] - [Bisakah Debt Swap Jadi Solusi Kurangi Utang Sembari Merawat Alam](https://igj.or.id/2025/02/28/bisakah-debt-swap-jadi-solusi-kurangi-utang-sembari-merawat-alam/): Nilai utang yang dialihkan untuk konservasi terbilang sangat kecil dibandingkan total nilai utang Indonesia ke AS. Reporter: Qonita Azzahra Bisakah Debt Swap Jadi Solusi Kurangi Utang Sembari Merawat Alam Seorang pembina kelompok konservasi nelayan memberikan edukasi tranplantasi terumbu karang kepada wisatawan di Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (17/8). Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mensosialisasikan pentingnya terumbu karang untuk menjaga keragaman biota laut. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/kye/17. tirto.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menuntaskan proses pengalihan utang senilai US$35 juta (sekitar Rp573 miliar) untuk kegiatan konservasi dan perlindungan terumbu karang di tanah air. Dari total dana tersebut, […] - [Joint Statement on raw materials in EU-Indonesia CEPA](https://igj.or.id/2025/02/19/joint-statement-on-raw-materials-in-eu-indonesia-cepa/?lang=en): Civil society organizations from Europe and Indonesia ask: ● The EU and the Indonesian government should stop the Indonesia-EU CEPA negotiations, because the agreement poses a threat to the environment and climate, and to the rights of women, Indigenous Peoples, workers, small farmers and fisherfolk. ● Indonesia should retain the policy space to develop its own energy and raw materials value chain, including processing and refining capabilities. The Energy and Raw Materials Chapters in the CEPA would limit Indonesia’s ability to protect its internal market through (temporary) tariffs and quotas and to build up its own manufacturing capacities. ● A […] - [MENGAWALI TAHUN 2025: TURUNAN MASALAH DEFISIT ANGGARAN DAN BEBAN UTANG NEGARA](https://igj.or.id/2025/01/15/mengawali-tahun-2025-turunan-masalah-defisit-anggaran-dan-beban-utang-negara/): Jakarta, 15 Januari 2024. Menurut Laporan Kementerian, utang pemerintah naik menjelang akhir 2024. Per November 2024, angkanya tembus Rp 8.680,13 triliun atau naik sekitar 1,39 persen dibandingkan posisi bulan sebelumnya pada Oktober 2024. Hal ini membuat rasio utang terhadap PDB mendekati angka 40 persen. Pada akhir bulan tersebut, rasio tercatat sebesar 39,20 persen. Berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah sebagian besar berupa Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai 88,12 persen dengan nilai total Rp 7.648,87 triliun. Komposisinya dilengkapi dengan pinjaman 11,88 persen dengan nilai total Rp 1.031,26 triliun. Kenaikan utang tidak hanya membuat sentimen negatif terhadap ketahanan fiskal Indonesia. Risiko meningkatnya […] - [Kesepakatan Buruk dan Dipaksakan Mengenai Tujuan Keuangan Baru pada COP29](https://igj.or.id/2024/12/12/kesepakatan-buruk-dan-dipaksakan-mengenai-tujuan-keuangan-baru-pada-cop29/): Artikel Terjemahan Baku, 26 November (Radhika Chatterjee dan Meena Raman): Keputusan untuk mengadopsi tujuan kolektif baru yang terukur mengenai keuangan (NCQG) telah dipaksakan pada pleno penutupan COP29, meskipun tidak ada konsensus. Hal ini tercermin dengan jelas dalam pernyataan yang dibuat oleh India setelah palu, yang sangat menolak adopsi keputusan tersebut, dan mengkritik proses tersebut sebagai “diatur secara bertahap” oleh Presidensi COP29 dan sekretariat UNFCCC, meskipun mengetahui bahwa India memiliki keberatan terhadap teks tersebut. India juga menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada pendanaan iklim yang cukup dalam tujuan tersebut dan bahwa kesepakatan tersebut adalah “ilusi optik”. [Lihat rincian lebih lanjut di […] - [TUJUAN MOBILISASI KEUANGAN YANG LEMAH SEBESAR USD 300 MILIAR PER TAHUN PADA TAHUN 2035](https://igj.or.id/2024/12/12/tujuan-mobilisasi-keuangan-yang-lemah-sebesar-usd-300-miliar-per-tahun-pada-tahun-2035/): Artikel Terjemahan Kathmandu, 29 Nov (Prerna Bomzan dan Meena Raman): Keputusan kontroversial yang diadopsi mengenai tujuan kolektif baru yang terukur mengenai keuangan iklim atau New Collective Quantitative Goal on Climate Finance (NCQG), pada dini hari penutupan perundingan COP 29 yang berlarut-larut pada 24 Nov di Baku, menetapkan tujuan mobilisasi sebesar USD 300 miliar per tahun pada tahun 2035, dengan negara-negara maju memimpin, yang hanya tiga kali lipat dari tujuan USD 100 miliar per tahun yang disepakati di Cancun, Meksiko pada tahun 2010, yang jauh dari kebutuhan negara-negara berkembang. Sementara keputusan [pada paragraf 3] menyoroti bahwa “kebutuhan yang dihitung biayanya yang […] - [Solidaritas internasional terhadap gerakan buruh Korea: Pemogokan Umum dan Kekuatan Buruh Setelah Pengunduran Diri Yoon Seok-yeol](https://igj.or.id/2024/12/06/solidaritas-internasional-terhadap-gerakan-buruh-korea-pemogokan-umum-dan-kekuatan-buruh-setelah-pengunduran-diri-yoon-seok-yeol/): Buletin 157: 5 Desember 2025 Solidaritas internasional terhadap gerakan buruh Korea: Pemogokan Umum dan Kekuatan Buruh Setelah Pengunduran Diri Yoon Seok-yeol Ratusan ribu orang Korea dipukuli, dipenjara, disiksa, dan dibunuh ketika mempertahankan demokrasi selama 40 tahun di bawah berbagai bentuk pemerintahan otoriter militer. Pada malam hari tanggal 3 Desember 2024, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengumumkan Darurat Militer melalui siaran langsung di TV.  Para pekerja, mahasiswa, dan masyarakat biasa membanjiri jalan-jalan dan bergegas menuju Parlemen di mana mereka menghadapi pasukan darurat militer dan menerobos blokade. Hal ini memungkinkan Majelis Nasional untuk melakukan pemungutan suara dan dengan suara bulat memblokir Darurat […] - [IEU CEPA: A Threat to the Environment, Indigenous Peoples, and Biodiversity](https://igj.or.id/2024/12/05/ieu-cepa-a-threat-to-the-environment-indigenous-peoples-and-biodiversity/?lang=en): The Dangers of the IEU CEPA and the Omnibus Law No Free Trade Agreement (FTA) negotiations have been as prolonged and complex as those for the Indonesia-Europe Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) between the Government of Indonesia and the European Union Commission. Officially initiated on 18 July 2016, these negotiations have entered their eighth year in 2024. These negotiations continued virtually even during the COVID-19 pandemic in 2021. Moreover, the IEU CEPA campaign persisted despite the devastating global impact of the pandemic. Discussions on the IEU CEPA were held in September 2021. At the time, Vincent Piket, the European […] - [Pertemuan Koalisi Indonesia Focal Point dengan Komnas HAM, Sampaikan pentingnya Mekanisme Standar Pengawasan HAM terhadap Korporasi Transnasional](https://igj.or.id/2024/12/04/pertemuan-koalisi-indonesia-focal-point-dengan-komnas-ham-sampaikan-pentingnya-mekanisme-standar-pengawasan-ham-terhadap-korporasi-transnasional/): Jakarta, 19 November 2024 – Indonesia for Global Justice (IGJ), Solidaritas Perempuan (SP), FIAN Indonesia dan Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Focal Point for Binding Treaty (IFP) melakukan pertemuan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mendorong terbentuknya mekanisme pengawasan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh korporasi transnasional di Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh Rahmat Maulana Sidik, Muhamad Aryanang Isal dan Nur Sofi Iklima dari IGJ, Muhammad Reza Sahib dan Sigit Karyani Budiono dari KRuHA, Novia Sari dari SP dan Tsamrotul Qibtia dari FIAN Indonesia. Audiensi ini diterima oleh […] - [Ancaman IEU CEPA terhadap Lingkungan Hidup, Masyarakat Adat, dan Keanekaragaman Hayati](https://igj.or.id/2024/12/04/ancaman-ieu-cepa-terhadap-lingkungan-hidup-masyarakat-adat-dan-keanekaragaman-hayati/): Tak ada negosiasi perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) yang begitu lama dan berliku prosesnya, selain dari negosiasi Indonesia Europe Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) antara pemerintah Indonesia dan Komisi Uni Eropa. Negosiasi yang secara resmi dimulai pada 18 Juli 2016 ini telah menginjak tahun ke-8 pada tahun 2024 ini. Bahkan pada tahun 2021, saat dunia diserang pandemi Covid-19, negosiasi ini tetap berjalan meski dilakukan secara daring (online). Tak hanya itu, kampanye IEU CEPA tetap berjalan meski dunia sedang tertatih-tatih berhenti akibat serangan Covid-19 yang sangat ganas. Pada September 2021, Negosiasi IEU CEPA telah digelar. Saat itu, Vincent Piket, […] - [Akses atas Pertuzumab yang Terjangkau bagi Pasien Kanker Payudara di India dan Strategi Paten Roche](https://igj.or.id/2024/11/25/akses-atas-pertuzumab-yang-terjangkau-bagi-pasien-kanker-payudara-di-india-dan-strategi-paten-roche/): Chetali Rao and K M Gopakumar (Third World Network) Dalam putusan baru-baru ini, Pengadilan Tinggi Delhi (India) telah mengeluarkan putusan sementara (injunction) terhadap produsen biosimilar India Zydus ( Kasusnya bisa di lihat dalam link berikut: F-Hoffmann-La Roche AG & Anr. v. Zydus Lifesciences Limited) Lifesciences untuk mencegah pemasaran biosimilar Pertuzumab. Pertuzumab, yang dipasarkan oleh Roche dengan nama merek Perjeta, adalah antibodi monoklonal yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara HER2-positif. Obat ini biasanya digunakan dalam kombinasi dengan perawatan lain, seperti trastuzumab (Herceptin) dan kemoterapi, untuk terapi neoadjuvan (sebelum operasi) dan adjuvan (setelah operasi) pada pasien dengan kanker payudara HER2-positif stadium awal […] - [Siarkan Pers: Webinar Peningkatan FTA dan Situasi Krisis Utang di Indonesia](https://igj.or.id/2024/10/31/siarkan-pers-webinar-peningkatan-fta-dan-situasi-krisis-utang-di-indonesia/): Jakarta, [24 October 2024] – Indonesia for Global Justice (IGJ) telah sukses menyelenggarakan webinar yang membahas isu-isu penting terkait peningkatan pesat Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) di Indonesia serta krisis utang yang semakin mendesak. Acara ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari peningkatan FTA terhadap stabilitas keuangan Indonesia dan meninjau kebijakan pengelolaan utang di tengah tantangan ekonomi saat ini. Webinar yang dilakukan secara daring ini menghadiri Éric Toussaint, seorang advokat keadilan utang dan anggota dari Committee for the Abolition of Illegitimate Debt (CADTM). Eric Toussaint memberikan wawasan mendalam mengenai risiko yang terkait dengan ketergantungan ekonomi Indonesia pada FTA, serta peringatan akan potensi […] - [Surat Terbuka kepada Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 Terkait Isu Utang dan Ketahanan Fiskal Indonesia](https://igj.or.id/2024/10/31/surat-terbuka-kepada-presiden-dan-wakil-presiden-terpilih-2024-terkait-isu-utang-dan-ketahanan-fiskal-indonesia/): Yth. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Bpk. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Menjelang acara pelantikan calon presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2024, kami, Indonesia for Global Justice sebagai perwakilan dari organisasi masyarakat sipil, menyampaikan keprihatinan kami terkait pengelolaan fiskal Indonesia, terutama dalam hal meningkatnya beban utang negara dan efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika mengacu pada stagnasi pendapatan negara dan kemampuan negara untuk membayar beban utang Indonesia setiap tahunnya, nilai beban utang maupun pinjaman negara Indonesia telah mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serta tindakan serius. Oleh karena itu, kami mengajukan beberapa tuntutan berikut untuk memastikan ketahanan […] - [Lack of public dialogue on Mega-FTAs](https://igj.or.id/2024/10/16/lack-of-public-dialogue-on-mega-ftas/?lang=en): Doubts remain about estimated impact of TPPOctober 4, 2024 The Daily NNA Indonesia This is not official translation (translated by using machine translation) The Indonesian government has become proactive in participating in “Mega-FTAs”. large-scale Free Trade Agreements (FTAs). Following its intention to quickly conclude the Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA, IEU-CEPA) with the European Union (EU), in September it applied to join the Trans-Pacific Partnership (CPTPP). However, civic groups concerned about the negative impact of joining Mega-FTAs on the domestic market point out that there has been no policy dialogue between the government and civic groups. Economists also question the […] - [No to more continued failings by the World Bank and IMF](https://igj.or.id/2024/10/16/no-to-more-continued-failings-by-the-world-bank-and-imf/?lang=en): For 80 years, the IMF and World Bank have played a key role in the global financial system. However, both institutions have failed to provide resilience and stability to global finance. Their interventions in debt crises have often worsened social and economic inequalities. By focusing on austerity measures, promoting neoliberal economic practices, and prioritizing debt repayment, they have led to long-term economic stagnation, social unrest, and environmental damage. Failure to address the root causes of the debt crisis The IMF and World Bank have failed to address the root causes of debt crises and countries’ dependence on debt because they […] - [Understanding the New Collective Quantified Goal: Green Funding Mechanism](https://igj.or.id/2024/10/16/understanding-the-new-collective-quantified-goal-green-funding-mechanism/?lang=en): The NCQG, or New Collective Quantified Goal, is a new target in climate financing currently being formulated to provide greater financial support for developing countries in addressing climate change. The NCQG builds as the $100 billion per year climate financing promised by developed countries in 2009 has not yet been fully met. Prompting developing countries to advocate for a more ambitious target in the form of the NCQG (please click the link to read details about the factors behind the failure of this commitment). Read: The Commitment of US$ 100 Billion per year for Green Funding has Failed! With the […] - [The Commitment of US$ 100 Billion per year for Green Funding has Failed!](https://igj.or.id/2024/10/16/the-commitment-of-us-100-billion-per-year-for-green-funding-has-failed/?lang=en): The $100 billion annual climate finance commitment, agreed upon at the 2009 UN climate talks, aimed to support developing countries in their efforts to mitigate and adapt to climate change. However, this target has not been fully met due to several interconnected issues. So, what factors contributed to the failure of the $100 billion commitment? Total Funding: Although some developed countries have made contributions, the total promised funding has not reached the $100 billion per year mark. This has led to disappointment, especially among developing countries that rely heavily on this funding to address the impacts of climate change. Lack […] - [Mengenal New Collective Quantified Goal: Mekanisme Pendanaan Hijau](https://igj.or.id/2024/10/16/mengenal-new-collective-quantified-goal-mekanisme-pendanaan-hijau/): NCQG atau New Collective Quantified Goal merupakan target baru dalam pendanaan iklim yang sedang dirumuskan untuk memberikan dukungan finansial yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi perubahan iklim. NCQG merupakan kelanjutan dari komitmen pendanaan iklim yang telah ada, terutama komitmen US$ 100 miliar per tahun yang disepakati pada Perjanjian Paris dan Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP) pada tahun 2009. Komitmen US$ 100 miliar per tahun untuk pendanaan iklim yang dijanjikan oleh negara-negara maju pada 2009 belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga negara-negara berkembang mendesak adanya target yang lebih ambisius dalam bentuk NCQG Baca juga: Komitmen US$ 100 miliar per tahun untuk […] - [Komitmen US$ 100 miliar per tahun untuk Pendanaan Hijau gagal!](https://igj.or.id/2024/10/16/komitmen-us-100-miliar-per-tahun-untuk-pendanaan-hijau-gagal/): Komitmen pendanaan iklim sebesar US$ 100 miliar per tahun, yang disepakati pada pertemuan iklim PBB tahun 2009, bertujuan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam upaya mereka untuk memitigasi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Namun, target ini belum terpenuhi sepenuhnya karena beberapa masalah yang saling terkait. Jadi, apa saja faktor kegagalan komitmen US$ 100 miliar ini? Total Pendanaan: Meskipun beberapa negara maju telah memberikan kontribusi, total pendanaan yang dijanjikan belum mencapai angka US$ 100 miliar per tahun. Hal ini menimbulkan kekecewaan, terutama di kalangan negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada pendanaan ini untuk menangani dampak perubahan iklim. Ketidakjelasan Sumber Dana: Ada kekhawatiran […] - [Press Release: Patent Opposition against HIV Drug Lenacapavir Patient Groups Advocate for Generic Production and Affordable Access to HIV Drug Lenacapavir](https://igj.or.id/2024/10/04/press-release-patent-opposition-against-hiv-drug-lenacapavir-patient-groups-advocate-for-generic-production-and-affordable-access-to-hiv-drug-lenacapavir/?lang=en): Jakarta, October 4th – The Indonesia AIDS Coalition (IAC), a community-based organization focusing on HIV issues, along with its partners, have appealed to the Patent Appeal Commission at the Indonesian Ministry of Law and Human Rights to revoke the patent granted to Gilead Sciences, a multinational pharmaceutical company, for the HIV drug Lenacapavir. The proceedings have been ongoing since early 2024, with the next hearing scheduled for Tuesday (08/10) in Jakarta. The appeal is extremely important to ensure PLHIV have access to optimal HIV treatments, including through local production, as well as for the sustainability of Indonesia’s national HIV-AIDS program.  […] - [Indonesia Harus Mempertahankan Perlindungan dari Paten Biofarmasi yang Tidak Layak dan Merevisi Usulan Amandemen Undang-Undang Paten untuk Menjamin Hak atas Kesehatan](https://igj.or.id/2024/10/04/indonesia-harus-mempertahankan-perlindungan-dari-paten-biofarmasi-yang-tidak-layak-dan-merevisi-usulan-amandemen-undang-undang-paten-untuk-menjamin-hak-atas-kesehatan/): Prof. Emeritus Brook K. Baker, Northeastern U. School of Law 30 September 2024  Artikel ini telah dimuat sebelumnya di situs infojustice.org dan dapat diakses melalui tautan berikut: https://infojustice.org/archives/45957 Dengan minimnya kesempatan bagi masyarakat sipil dan pihak-pihak terkait untuk memberikan masukan, Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan berbagai amandemen besar terhadap Undang-Undang Paten No. 13 Tahun 2016. Beberapa di antaranya akan memperpanjang monopoli paten dan menguntungkan perusahaan obat multinasional, namun merugikan pemerintah, pasien, dan pihak lain yang membayar biaya kesehatan. Walaupun beberapa perubahan yang diusulkan mungkin bermanfaat, ada yang jelas tidak demikian. Saya, yang sebelumnya pernah berkonsultasi dengan pemerintah terkait amandemen tahun 2016, […] - [Siaran Pers: Banding Paten untuk Obat HIV Lenacapavir Kelompok Pasien Mendorong Produksi Generik dan Akses Terjangkau ke Obat HIV Termutakhir Lenacapavir  ](https://igj.or.id/2024/10/04/siaran-pers-banding-paten-untuk-obat-hiv-lenacapavir-kelompok-pasien-mendorong-produksi-generik-dan-akses-terjangkau-ke-obat-hiv-termutakhir-lenacapavir/): Jakarta, 4 Oktober – Indonesia AIDS Coalition (IAC), organisasi berbasis komunitas yang bekerja di isu HIV, bersama dengan para mitra, telah mengajukan banding ke Komisi Banding Paten, Kementerian Hukum dan HAM RI, untuk membatalkan paten yang diberikan kepada Gilead Sciences, sebuah perusahaan farmasi multinasional, untuk obat HIV Lenacapavir.  Proses ini telah berlangsung sejak awal tahun 2024, dengan agenda sidang selanjutnya dijadwalkan untuk hari Selasa (08/10) di Jakarta.  Banding paten ini amat penting untuk memastikan akses ke pengobatan yang optimal bagi Orang dengan HIV (ODHIV), termasuk melalui produksi generik lokal, juga untuk keberlanjutan dari program HIV-AIDS nasional di Indonesia. Pengumuman dari […] - [Open Letter to Indonesia Government : Serious Concerns Regarding the Proposed Amendments to Indonesian Patent Act, 2016 ](https://igj.or.id/2024/09/26/open-letter-to-indonesia-government-serious-concerns-regarding-the-proposed-amendments-to-indonesian-patent-act-2016/?lang=en): Open Letter to Indonesia Government  Subject: Serious Concerns Regarding the Proposed Amendments to Indonesian Patent Act, 2016  H.E. Joko Widodo  President of the Republic of Indonesia  H.E. Puan Maharani MP  Chair of the House of Representative of the Republic of Indonesia  H.E. Supratman Andi Agtas  Minister of Law and Human Rights  H.E. Budi Gunadi Sadikin  Minister of Health  H.E. Retno Lestari Priansari Marsudi  Minister of Foreign Affairs  H.E. Wihadi Wiyanto MP  Member of the House of Representative of the Republic of Indonesia  Dear Sir/Madam,  We, the undersigned international civil society organizations (CSOs) are writing to express our deep  concerns regarding […] - [Surat Terbuka Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia : “Menolak Rancangan Undang-Undang Paten yang Mengabaikan Kesehatan Masyarakat dan  Sarat Kepentingan Bisnis” ](https://igj.or.id/2024/09/26/surat-terbuka-organisasi-masyarakat-sipil-indonesia-menolak-rancangan-undang-undang-paten-yang-mengabaikan-kesehatan-masyarakat-dan-sarat-kepentingan-bisnis/): Surat Terbuka Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia  “Menolak Rancangan Undang-Undang Paten yang Mengabaikan Kesehatan Masyarakat dan  Sarat Kepentingan Bisnis”  Kepada Yth.  Bapak Ir. H. Joko Widodo  Presiden Republik Indonesia  Ibu Dr. (H.C.) Puan Maharani  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  Bapak Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H.  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia  Bapak Wihadi Wiyanto, S.H., M.H.  Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang Paten  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  Bapak Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU  Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi, S.IP., LL.M.  Menteri Luar Negeri Republik Indonesia  Kami, Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia, menyatakan […] - [PBB: Krisis Utang Menghambat Negara-Negara Afrika Sub-Sahara, Membahayakan Kemajuan Dalam Mengakhiri AIDS](https://igj.or.id/2024/09/25/pbb-krisis-utang-menghambat-negara-negara-afrika-sub-sahara-membahayakan-kemajuan-alam-mengakhiri-aids/): Penang, 20 Sep (Kanaga Raja) — Utang publik yang terus meningkat menghambat negara-negara Afrika Sub-Sahara (SSA), yang membahayakan kemajuan yang telah dicapai dalam mengakhiri AIDS, menurut Program Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV/AIDS (UNAIDS). Dalam laporan baru UNAIDS yang berjudul “Domestic revenues, debt relief and development aid: Transformative pathways for ending AIDS by 2030,” menyatakan bahwa krisis utang meninggalkan negara-negara SSA dengan ruang fiskal yang sedikit untuk membiayai kesehatan dan layanan HIV yang kritis. Menurut UNAIDS, Afrika Sub-Sahara menyumbang jumlah terbesar orang yang hidup dengan HIV, dengan lebih dari 25,9 juta orang dari total 39,9 juta orang yang hidup dengan HIV […] - [ Waspada! Upaya Koloniasiasi AS melalui IPEF](https://igj.or.id/2024/09/24/waspada-upaya-koloniasiasi-as-melalui-ipef/): Oleh: Anang Isal – Program Officer Bisnis dan HAM IGJ Pengaruh Amerika Serikat (AS) kian hari semakin merosot. Kemerosotan ini dapat terlihat di berbagai tempat, dimana Arab Saudi yang padahal merupakan sekutu AS secara terbuka menentang Washington. Pada tanggal tanggal 6 Juni 2023, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berkunjung ke Arab Saudi. Kunjungan tersebut tidak mendapat sambutan yang baik dari Arab Saudi, karena tidak ada Konferensi Pers, pengibaran bendera AS sebagai negara tamu dan foto kegiatan pertemuan. Sehari setelah kunjungan Blinken, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menelepon Vladimir Putin (Presiden Rusia) dan sepakat meningkatkan kerjasama Arab-Rusia. […] - [Pharmaceutical Patents and Variety Protection Remain ChallengesNearing Conclusion of EPA with EU](https://igj.or.id/2024/09/19/pharmaceutical-patents-and-variety-protection-remain-challengesnearing-conclusion-of-epa-with-eu/?lang=en): The Daily NNA Indonesia September 17th.  This is not official translation (translated by using machine translation)  Pharmaceutical Patents and Variety Protection Remain Challenges Nearing Conclusion of EPA with EU (2)  In the negotiations for the Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA, IEU-CEPA) with  the European Union (EU), which the Indonesian government is aiming to conclude as soon as possible,  Indonesian and European civil society groups are concerned about the EU’s demands for stronger  intellectual property rights. They point out that the EU’s proposal to extend the patent period for  medicines could lead to delays in generic drug market entry and higher […] - [Daftar Inventarisasi Masalah Rancangan Undang-Undang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 13 Tahun 2016 tentang Paten](https://igj.or.id/2024/09/17/daftar-inventarisasi-masalah-rancangan-undang-undang-perubahan-kedua-atas-undang-undang-no-13-tahun-2016-tentang-paten/): Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Kedua atas Undang-Undang Paten mengancam memperburuk situasi ini dengan memperpanjang monopoli atas obat-obatan, menunda masuknya obat generik yang terjangkau, serta mengutamakan keuntungan korporasi di atas kepentingan kesehatan publik. Sebagai respons, kami, bagian dari Koalisi Obat Murah, bersama dengan Indonesia for Global Justice (IGJ) dan Indonesia AIDS Coalition (IAC), telah menyusun Daftar Inventarisasi Masalah yang menguraikan berbagai masalah dalam RUU Paten. Dokumen ini menyoroti bagaimana perubahan tersebut melemahkan fleksibilitas yang dimiliki Indonesia dalam hukum internasional untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kami juga menyampaikan rekomendasi utama untuk memperbaiki RUU ini guna memastikan akses obat tetap terjangkau bagi semua. Baca Selengkapnya : […] - [Indonesia for Global Justice (IGJ): Meeting with Indonesian Permanent Mission in Geneva Expresses Concerns on Several Issues in WTO Negotiations](https://igj.or.id/2024/09/16/indonesia-for-global-justice-igj-meeting-with-indonesian-permanent-mission-in-geneva-expresses-concerns-on-several-issues-in-wto-negotiations/?lang=en): Geneva – Switzerland, 12 September 2024 – In the midst of the WTO Public Forum on 10-13 September 2024 in Geneva, Switzerland, Indonesia for Global Justice (IGJ) held a meeting with PTRI Geneva. Also present at the meeting were: Rahmat Maulana Sidik, Executive Director of Indonesia for Global Justice (IGJ), Salsabila, Puanifesto where both organizations are members of the Indonesia Coalition for Economic Justice. From the side of the Indonesian Permanent Mission representatives were also present, namely: Mrs. Novi Dwi Ratnasari, Mrs. Anisa Farida, Mr. Yudanto Wibowo and Mr. Ramiaji Kusumawardhana. Concerns Regarding Indonesia’s Involvement in the Joint Statement Initiative […] - [Indonesia for Global Justice (IGJ): Pertemuan dengan Indonesian Permanent Mission di Jenewa Sampaikan Kekhawatiran Terhadap Beberapa Isu Dalam Negosiasi WTO](https://igj.or.id/2024/09/16/indonesia-for-global-justice-igj-pertemuan-dengan-indonesian-permanent-mission-di-jenewa-sampaikan-kekhawatiran-terhadap-beberapa-isu-dalam-negosiasi-wto/): Jenewa – Swiss, 12 September 2024 – Ditengah perhelatan WTO Public Forum pada 10 – 13 September 2024 di Jenewa, Swiss, Indonesia for Global Justice (IGJ) mengadakan pertemuan dengan PTRI Jenewa. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu: Rahmat Maulana Sidik, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Salsabila, Puanifesto dimana kedua organisasi ini tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi.  Dari sisi perwakilan Indonesian Permanent Mission turut hadir, yaitu: Ibu Novi Dwi Ratnasari, Ibu Anisa Farida, Bpk. Yudanto Wibowo dan Bpk. Ramiaji Kusumawardhana.  Kekhawatiran Dalam Keterlibatan Indonesia di Joint Statement Initiative Investment Facilitation for Development (JSI IFD) Dalam pertemuan […] - [The Public Forum was established in response to the legitimacy crisis confronting the WTO.](https://igj.or.id/2024/09/12/the-public-forum-was-established-in-response-to-the-legitimacy-crisis-confronting-the-wto/?lang=en): The Battle of Seattle in 1999, the global campaign to stop the GATS 2000 negotiations, the launch of the never-finished Doha “Development” Round, the crisis-ridden ministerial in Cancun in 2003 and Hong Kong in 2005 exposed the failures of neoliberalism and corporate globalisation and challenged the WTO as a vehicle for advancing that agenda. The Public Forum was sold as a space for debate and discussion that showcases multiple positions and voices. It never reached anywhere near that ambition.  The programme and choice of participants was tightly controlled by the WTO Secretariat, and there was no funding to support those most affected from the […] - [Siaran Pers: Indikasi Pasal “Titipan” di RUU Paten: Menguntungkan Perusahaan Farmasi Asing dan Menghambat Akses ke Obat](https://igj.or.id/2024/09/02/siaran-pers-indikasi-pasal-titipan-di-ruu-paten-menguntungkan-perusahaan-farmasi-asing-dan-menghambat-akses-ke-obat/): Jakarta, Senin (2/9) – Indonesia AIDS Coalition (IAC) dan Indonesia for Global Justice (IGJ), bersama Koalisi Obat Murah (KOM), mengkritik RUU Paten yang dapat merugikan kelompok pasien dan masyarakat umum, yang saat ini sedang menjalani pembahasan di DPR. Hal ini  disebabkan oleh ketentuan dalam RUU Paten yang mengarah pada perpanjangan masa monopoli paten obat oleh perusahaan farmasi dan pelemahan mekanisme  yang dapat digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendorong akses ke obat. Padahal, sebagai negara berkembang dengan kebutuhan obat-obatan yang tinggi, Indonesia amat memerlukan berbagai regulasi yang dapat melindungi hak-hak pasien. Direktur Eksekutif IAC, Aditya Wardhana, menyampaikan bahwa salah satu ketentuan […] - [Siaran Pers: Koalisi Obat Murah: RUU Paten Menghambat Akses ke Obat dan Menambah Beban Biaya Kesehatan](https://igj.or.id/2024/09/02/siaran-pers-koalisi-obat-murah-ruu-paten-menghambat-akses-ke-obat-dan-menambah-beban-biaya-kesehatan/): Jakarta, Jumat (30/8) – Indonesia AIDS Coalition (IAC) dan Indonesia for Global Justice (IGJ), bersama Koalisi Obat Murah (KOM), mengkritik RUU Paten yang saat ini sedang menjalani pembahasan di DPR. Masyarakat sipil menilai bahwa RUU Paten tidak hanya memperpanjang masa monopoli paten atas obat, tetapi juga memperlemah mekanisme yang dapat ditempuh oleh Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan akses masyarakat ke obat.  Hal ini terlihat dari penghapusan Pasal 93 mengenai lisensi wajib untuk produk farmasi. Sebelumnya, dalam UU No.13 tahun 2016 tentang Paten, lisensi wajib untuk produk farmasi dapat dikeluarkan oleh Menteri. Akan tetapi, perubahan di RUU Paten mengarahkan lisensi wajib pada […] - [Siaran Pers: “Pembahasan Terselubung Amandemen UU Paten Berpotensi Berdampak pada Akses  ke Obat dan Sarat Kepentingan Bisnis” ](https://igj.or.id/2024/08/05/siaran-pers-pembahasan-terselubung-amandemen-uu-paten-berpotensi-berdampak-pada-akses-ke-obat-dan-sarat-kepentingan-bisnis/): Jakarta, Senin 15 Juli 2024 – Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) menyayangkan sikap  Pemerintah Indonesia yang tidak transparan dalam melakukan pembahasan Amandemen UU  No. 13 Tahun 2016, atau UU Paten.   Pembahasan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi ini menimbulkan kekhawatiran  mengenai krisis demokrasi. Lebih lanjut, RUU Paten ini juga berdampak pada mahalnya harga  obat, karena menghambat produksi generik dan lisensi wajib. Indonesia AIDS Coalition (IAC),  bersama para mitra, mendorong pemerintah untuk membuka informasi seluas-luasnya dan  memberikan ruang bagi partisipasi publik yang bermakna. Poin yang ditekankan adalah RUU  Paten harus berpihak pada kesehatan publik, bukan korporasi.   Amandemen UU No. 13 Tahun 2016, atau UU […] - [Siaran Pers: Panitia People's Water Forum (PWF) Mendesak kepada Institusi Negara dan Aparat Hukum Polri dan TNI untuk Mengusut Tuntas, Memeriksa dan Menjatuhkan Sanksi Hukum kepada Oknum-oknum Sipil dan Aparat (Polisi dan TNI) yang Diduga Terlibat Dalam Peristiwa Pencegahan, Penyerangan, Pembubaran Paksa, Pemblokadean dan Penyanderaan terhadap Panitia, Peserta dan Pembicara pada Acara Diskusi PWF di Denpasar, Bali.](https://igj.or.id/2024/08/05/siaran-pers-panitia-peoples-water-forum-pwf-mendesak-kepada-institusi-negara-dan-aparat-hukum-polri-dan-tni-untuk-mengusut-tuntas-memeriksa-dan-menjatuhkan-sanksi-hukum-kepada-oknum-oknum-sipil/): Jakarta, 23 Juli 2024 – Kami dari panitia PWF (nasional dan lokal) pada hari ini Selasa 23 Juli 2024, secara resmi telah melaporkan peristiwa pencegahan, penyerangan fisik, pembubaran paksa dan penyanderaan terhadap peserta dan panitia acara diskusi akademik People’s Water Forum (PWF) yang terjadi Denpasar, Bali kepada lembaga negara dan instansi terkait atas dugaan adanya keterlibatan oknum-oknum aparat keamanan dan pertahanan, termasuk oknum pejabat pemerintah lokal maupun nasional dalam peristiwa tragedi demokrasi pembubaran paksa acara diskusi ilmiah PWF yang berlangsung di Hotel Oranjje, Denpasar pada tanggal 20 – 23 Mei 2024. Seperti yang telah diketahui publik dan viral di media […] - [Daftar Inventaris Masalah, Rancangan Undang-Undang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 13 Tahun 2016 tentang paten](https://igj.or.id/2024/08/04/daftar-inventaris-masalah-rancangan-undang-undang-perubahan-kedua-atas-undang-undang-no-13-tahun-2016-tentang-paten/): Penyusun: ● Indonesia for Global Justice adalah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang dibentuk untuk mengadvokasi persoalan liberalisasi perdagangan yang meliputi isu-isu di dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan turunannya seperti perdagangan barang, perdagangan jasa, serta perdagangan terkait aspek-aspek kekayaan intelektual. ● Indonesia AIDS Coalition (IAC) adalah organisasi berbasis komunitas yang berkontribusi pada upaya untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam program penanggulangan HIV-AIDS melalui kolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun non-pemerintah. ● Koalisi Obat Murah adalah koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas beragam OMS yang memiliki concern pada isu kesehatan, khususnya akses pada obat-obatan terjangkau. Pendahuluan Undang-undang […] ## Pages - [MC WTO](https://igj.or.id/mc-wto/) - [media](https://igj.or.id/media/?lang=en): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Keuangan Berkelanjutan & Utang” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”401″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [About Indonesia for Global Justice](https://igj.or.id/about-us/?lang=en): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_empty_space][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_type=”heading_6″ first_title=”Sekilas”][vc_column_text]Indonesia for Global Justice (IGJ, formerly Institute for Global Justice) was formed on 7th August 2001 to address the global trade liberalization issues. Its establishment was facilitated by INFID and by some individual members of the Indonesian NGO Coalition on WTO (KOP-WTO). It was registered as an Association by Notary Registration No. 34 dated 22 April 2002. The Vision of IGJ is “A Global Justice Order through Social Movements”. The mission of IGJ is “Changes toward a just trade system through developing critical awareness and empowering strategic groups of civil society”.[/vc_column_text][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_type=”heading_6″ first_title=”The objectives […] - [Statement](https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/statement/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Publikasi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”publication”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Statement” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”356″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Tentang Indonesia for Global Justice](https://igj.or.id/home-1/tentang-indonesia-for-global-justice/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_empty_space][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_type=”heading_6″ first_title=”Sekilas”][vc_column_text]Indonesia for Global Justice (IGJ, formerly Institute for Global Justice) was formed on 7th August 2001 to address the global trade liberalization issues. Its establishment was facilitated by INFID and by some individual members of the Indonesian NGO Coalition on WTO (KOP-WTO). It was registered as an Association by Notary Registration No. 34 dated 22 April 2002. The Vision of IGJ is “A Global Justice Order through Social Movements”. The mission of IGJ is “Changes toward a just trade system through developing critical awareness and empowering strategic groups of civil society”.[/vc_column_text][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_type=”heading_6″ first_title=”The objectives […] - [Jaringan Koalisi](https://igj.or.id/home-1/23369-2/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Koalisi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”koalisi”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Kolonialisasi Digital” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”404″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Monopoli Korporasi](https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/monopoli-korporasi/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Monopoli Korporasi” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”396″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Kolonialisasi Digital](https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/kolonialisasi-digital/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Kolonialisasi Digital” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”404″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Keuangan Berkelanjutan & Utang](https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/keuangan-berkelanjutan-utang/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Keuangan Berkelanjutan & Utang” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”401″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Bisnis & HAM](https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/bisnis-ham/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Bisnis & HAM” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”349″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Perjanjian Perdagangan & Investasi](https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/perjanjian-perdagangan-investasi/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Prioritas Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Perjanjian Perdagangan & Investasi” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”399″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Laporan](https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/laporan/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Publikasi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”publication”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Laporan” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”354″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Galeri Kegiatan](https://igj.or.id/home-1/indonesia-for-global-justice-media/galeri-kegiatan/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”media”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Galeri Kegiatan” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”395″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Kampanye](https://igj.or.id/home-1/indonesia-for-global-justice-media/kampanye/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”media”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Kampanye” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”329″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Priority Agenda](https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Agenda Prioritas” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”priority-agenda”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_tag=”399,398,Keuangan Berkelanjutan & Utang,Kolonialisasi Digital,396″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Paper](https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/paper/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Publikasi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”publication”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Paper” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”308″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Policy Brief](https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/policy-brief/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Publikasi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”publication”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Policy Brief” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”394″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Buku](https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/buku/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Publikasi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”publication”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Buku” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”350″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Siaran Pers](https://igj.or.id/home-1/indonesia-for-global-justice-media/siaran-pers/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”media”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Siaran Pers” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”342″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Artikel](https://igj.or.id/home-1/indonesia-for-global-justice-media/artikel/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”media”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Artikel” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”306″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Berita IGJ](https://igj.or.id/home-1/indonesia-for-global-justice-media/berita-igj/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”media”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_custom_heading text=”Berita IGJ” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”323″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Publikasi Indonesia for Global Justice](https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Publikasi Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”publication”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][jnews_block_9 compatible_column_notice=”” header_filter_text=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″][/vc_column][/vc_row] - [Indonesia for Global Justice Media](https://igj.or.id/home-1/indonesia-for-global-justice-media/): [vc_row][vc_column width=”1/4″ sticky_sidebar=”yes”][vc_custom_heading text=”Media Indonesia for Global Justice” google_fonts=”font_family:Domine%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal”][jnews_post_breadcrumb compatible_column_notice=””][vc_empty_space][vc_widget_sidebar sidebar_id=”media”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][jnews_block_37 compatible_column_notice=”” sponsor=”” number_post=”6″ post_offset=”0″ included_only=”” include_category=”323,306,342,329,395″ pagination_mode=”loadmore” pagination_number_post=”6″ column_width=”12″ box_shadow=””][/vc_column][/vc_row] - [Home](https://igj.or.id/?lang=en): [vc_row full_width=”stretch_row_content_no_spaces” content_placement=”top” parallax=”content-moving-fade” vc_row_background=”” css=”.vc_custom_1693967226331{padding-top: -50px !important;}”][vc_column][jnews_slider_4 compatible_column_notice=”” autoplay_delay=”5500″ date_format=”custom” sponsor=”” number_post=”5″ post_offset=”0″ included_only=”” enable_autoplay=”true”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_custom_heading text=”Prioritas Agenda” font_container=”tag:h1|text_align:left” google_fonts=”font_family:Raleway%3A100%2C200%2C300%2Cregular%2C500%2C600%2C700%2C800%2C900|font_style:600%20bold%20regular%3A600%3Anormal”][vc_empty_space height=”20px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24263″ alignment=”center” onclick=”custom_link” link=”https://igj.or.id/tag/trade-and-investment-agreements/?lang=en”][vc_custom_heading text=”Trade and Investment Agreements” font_container=”tag:h2|font_size:16|text_align:center” google_fonts=”font_family:Montserrat%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal” link=”url:https%3A%2F%2Figj.or.id%2Ftag%2Ftrade-and-investment-agreements%2F%3Flang%3Den”][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24265″ alignment=”center” onclick=”custom_link” link=”https://igj.or.id/tag/business-and-human-rights/?lang=en”][vc_custom_heading text=”Business and Human Rights” font_container=”tag:h2|font_size:16|text_align:center” google_fonts=”font_family:Montserrat%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal” link=”url:https%3A%2F%2Figj.or.id%2Ftag%2Fbusiness-and-human-rights%2F%3Flang%3Den”][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24267″ alignment=”center” onclick=”custom_link” link=”https://igj.or.id/tag/sustainable-finance-and-debt/?lang=en”][vc_custom_heading text=”Sustainable Finance and Debt” font_container=”tag:h2|font_size:16|text_align:center” google_fonts=”font_family:Montserrat%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal” link=”url:https%3A%2F%2Figj.or.id%2Ftag%2FTrade-and-Investment-Agreements%2Flang%3Den”][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24269″ alignment=”center” onclick=”custom_link” link=”https://igj.or.id/tag/digital-colonialization/?lang=en”][vc_custom_heading text=”Digital Colonialization” font_container=”tag:h2|font_size:16|text_align:center” google_fonts=”font_family:Montserrat%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal” link=”url:https%3A%2F%2Figj.or.id%2Ftag%2Fdigital-colonialization%2F%3Flang%3Den”][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24271″ alignment=”center” onclick=”custom_link” link=”https://igj.or.id/tag/corporate-monopoly/?lang=en”][vc_custom_heading text=”Corporate Monopoly” font_container=”tag:h2|font_size:16|text_align:center” google_fonts=”font_family:Montserrat%3Aregular%2C700|font_style:700%20bold%20regular%3A700%3Anormal” link=”url:https%3A%2F%2Figj.or.id%2Ftag%2Fcorporate-monopoly%2F%3Flang%3Den”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_separator style=”dashed” border_width=”2″][/vc_column][vc_column][/vc_column][/vc_row][vc_row full_width=”stretch_row” vc_row_background=”” css=”.vc_custom_1701510871495{padding-top: 50px !important;padding-bottom: 50px !important;}”][vc_column][vc_custom_heading text=”Media Update” font_container=”tag:h1|text_align:left” google_fonts=”font_family:Raleway%3A100%2C200%2C300%2Cregular%2C500%2C600%2C700%2C800%2C900|font_style:600%20bold%20regular%3A600%3Anormal”][vc_empty_space][jnews_hero_2 compatible_column_notice=”” hero_margin=”5″ sponsor=”” content_filter_number_alert=”” post_offset=”0″ included_only=””][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_icon=”fas fa-angle-double-right” header_type=”heading_4″ […] - [Beranda](https://igj.or.id/home-1/): [vc_row full_width=”stretch_row_content_no_spaces” content_placement=”top” parallax=”content-moving-fade” vc_row_background=”” css=”.vc_custom_1693967226331{padding-top: -50px !important;}”][vc_column][jnews_slider_4 compatible_column_notice=”” autoplay_delay=”5500″ sponsor=”” number_post=”5″ post_offset=”0″ included_only=”” enable_autoplay=”true”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_custom_heading text=”Prioritas Agenda” font_container=”tag:h1|text_align:left” google_fonts=”font_family:Raleway%3A100%2C200%2C300%2Cregular%2C500%2C600%2C700%2C800%2C900|font_style:600%20bold%20regular%3A600%3Anormal”][vc_empty_space height=”20px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24262″ alignment=”center” onclick=”custom_link” img_link_target=”_blank” link=”https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/perjanjian-perdagangan-investasi/”][vc_column_text] PERJANJIAN PERDAGANGAN DAN INVESTASI [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24264″ alignment=”center” onclick=”custom_link” img_link_target=”_blank” link=”https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/bisnis-ham/”][vc_column_text] BISNIS & HAK ASASI MANUSIA [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24266″ alignment=”center” onclick=”custom_link” img_link_target=”_blank” link=”https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/keuangan-berkelanjutan-utang/”][vc_column_text] KEUANGAN BERKELANJUTAN & UTANG [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24268″ alignment=”center” onclick=”custom_link” img_link_target=”_blank” link=”https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/kolonialisasi-digital/”][vc_column_text] KOLONIALISASI DIGITAL [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/5″][vc_single_image image=”24270″ alignment=”center” onclick=”custom_link” img_link_target=”_blank” link=”https://igj.or.id/home-1/priority-agenda/monopoli-korporasi/”][vc_column_text] MONOPOLI KORPORASI [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_separator style=”dashed” border_width=”2″][/vc_column][/vc_row][vc_row full_width=”stretch_row” vc_row_background=”” css=”.vc_custom_1701510871495{padding-top: 50px !important;padding-bottom: 50px !important;}”][vc_column][vc_custom_heading text=”Media Update” font_container=”tag:h1|text_align:left” google_fonts=”font_family:Raleway%3A100%2C200%2C300%2Cregular%2C500%2C600%2C700%2C800%2C900|font_style:600%20bold%20regular%3A600%3Anormal”][vc_empty_space][jnews_hero_2 compatible_column_notice=”” hero_margin=”5″ sponsor=”” content_filter_number_alert=”” post_offset=”0″ included_only=””][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_icon=”fas fa-angle-double-right” header_type=”heading_4″ header_align=”center” first_title=”Muat Lebih Banyak” url=”https://igj.or.id/home-1/publikasi-indonesia-for-global-justice/”][/vc_column][/vc_row][vc_row […] - [Contact](https://igj.or.id/contact/): Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. Headquarters Jegtheme Studio 36B Sunset Road, Bali, Indonesia 80115 Contact Info P. (0361) 888 1234 F. (0361) 888 1235 Email: contact@yourwebsite.com Get in touch - [ABOUT US](https://igj.or.id/tentang-kami-2/): [vc_row vc_row_background=””][vc_column width=”2/3″][jnews_element_header compatible_column_notice=”” header_type=”heading_6″ first_title=”PROFILE” second_title=”INDONESIA FOR GLOBAL JUSTICE (IGJ)”][vc_column_text]Indonesia for Global Justice (IGJ, formerly Institute for Global Justice) was formed on 7th August 2001 to address the global trade liberalization issues. Its establishment was facilitated by INFID and by some individual members of the Indonesian NGO Coalition on WTO (KOP-WTO). It was registered as an Association by Notary Registration No. 34 dated 22 April 2002. The Vision of IGJ is “A Global Justice Order through Social Movements”. The mission of IGJ is “Changes toward a just trade system through developing critical awareness and empowering strategic groups of civil […] [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)