Kamis , 19 Juli 2018
iden

IGJ: Akses kepada Broadband Isu Krusial dalam Perundingan FTA

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom mengatakan bahwa dalam konteks free trade agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas ada beberapa isu yang dianggap sebagai hambatan dalam perdagangan digital, misalnya akses kepada broadband isu ini terkenal dengan istilah net neutrality.

“FTA hendak mendorong agar akses terhadap broadband ini tidak dibatasi yang kemudian merugikan perusahaan aplikasi (over the top) OTT,” ujar Olisias di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Namun, tentunya akses kepada broadband ini kata Olisias akan sangat sensitif bagi penyelenggara jaringan internet yang selama ini telah mengeluarkan banyak investasi membangun infrastruktur.

Olisias menambahkan hambatan selanjunya cross border data flows. Menurutnya, bagi negara industri hal tersebut adalah suatu kegiatan yang tidak boleh dibatasi lantaran dalam perdagangan digital aliran data secara bebas merupakan objek yang paling terpenting.

Namun, dalam kepentingan nasional di beberapa negara cross border data flows tidak bisa dilakukan sebebas-bebasnya.

“Sehingga terkadang di beberapa negara cross border data flows akan berhadapan dengan tindakan pembatasan oleh negara berupa penerapan aturan ketat mengenai perlindungan data pribadi, internet protocol (IP) protection, dan penerapan data localization,” tutupnya.

Check Also

Peran DPR Tereduksi, Sejumlah LSM Uji UU Perjanjian Internasional

Peran DPR dalam menyetujui penyusunan sebuah perjanjian internasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun …

Tinggalkan Balasan