Minggu , 25 Juni 2017
iden

IGJ: Perkembangan Davos Membahayakan Kinerja Ekonomi Pemerintahan Pasca Pemilu

Jakarta, 28 Januari 2014. Indonesia for Global Justice menilai WTO Mini Ministerial Meeting yang berlangsung di Davos (25/1) telah salah menjawab perkembangan ekonomi dunia. Dilaksanakan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia, pertemuan ini hendak mengimplementasikan Perjanjian Trade Facilitation yang dihasilkan dalam Paket Bali WTO dengan mendorong ratifikasi protocol perjanjian oleh seluruh anggota WTO.
Perjanjian Trade Facilitation hendak menghapus berbagai hambatan perdagangan di perbatasan. Hal ini akan semakin mendorong peningkatan impor ke negara-negara berkembang, terlebih lagi dengan penguatan pertumbuhan ekonomi global pada 2014.
Direktur Eksekutif IGJ, Riza Damanik, menyatakan, “Perjanjian Trade Facilitation akan semakin membuka pasar Indonesia sehingga serbuan Impor semakin tinggi, sementara kinerja ekspor Indonesia tidak juga membaik. Kinerja ekspor di sepanjang Jan-Nov 2013 belum lebih baik dari 2012 dimana terjadi penurunan sebesar -5,19% yoy”.
Berdasarkan pengamatan IGJ, buruknya neraca perdagangan Indonesia masih menjadi momok negative dalam perekonomian nasional hari ini. Pada Jan-Nov 2013 neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan defisit sebesar US$ 5,6 Miliar.
 “Implementasi Perjanjian Trade Facilitation akan semakin mendorong perekonomian Indonesia terpuruk. Jika Pemerintahan SBY tetap memaksa untuk mengeluarkan Keppres guna meratifikasi perjanjian trade facilitation, maka rezim kabinet kedepan akan semakin babak belur menghadapi ancaman perburukan ekonomi nasional”, tegas Riza.
Untuk itu Indonesia for Global Justice mendorong agar rezim pemerintahan Indonesia ke depan tidak menjadikan agenda liberalisasi sebagai kebijakan utama rezim pemerintahan Indonesia pada periode 2014-2019.
WTO Mini Ministerial Meeting di Davos pada (25/01) yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, hendak membawa misi implementasi Paket Bali WTO sebagai salah satu kebijakan ekonomi Pemerintahan SBY dalam perdagangan dunia.***
Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Riza Damanik, Direktur Eksekutif IGJ
Di 0818773515 /  riza.damanik@igj.or.id
Sekretariat Indonesia for Global Justice
Jl.Tebet Barat XIII No.17, Jakarta 12810
Tel&Fax: +62-21-8297340
Email: igj@igj.or.id

Check Also

Pernyataan Sikap Indonesia for Global Justice (IGJ) Solidaritas Perjuangan untuk Petani Kendeng Lestari

Kasus Semen Kendeng: “Legalisasi Negara Atas Kejahatan Korporasi” Jakarta, 1 April 2017 Meninggalnya Ibu Patmi, …

Tinggalkan Balasan