Sabtu , 21 September 2019
iden
Workshop Kampanye Publik IGJ dan IAC, 30-31 Juli 2019

Workshop Kampanye Publik untuk Penguatan Isu Akses Obat-Obatan Murah Terdampak FTA   

Jakarta, 14 Juli 2019. Begitu peliknya masalah akses obat murah belum didukung oleh gerakan yang massif untuk mendorong advokasi terhadap rezim perjanjian perdagangan bebas dan regulasi yang merugikan hak rakyat atas kesehatan. Namun demikian, advokasi terhadap isu ini belum banyak dipahami secara serius kelompok pasien. Padahal dengan pemahaman memadai, hal ini dapat mendorong penguatan advokasi kebijakan terhadap penolakan FTA dan paten obat di Indonesia. Oleh karena itu, menjadi penting bagi IGJ dan IAC melakukan peningkatan kapasitas bagi para stafnya. Terutama untuk dapat memahami cara-cara yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran ancaman isu paten obat dalam FTA kelompok pasien dan masyarakat di Indonesia.

Untuk itu pada tanggal 30-31 Juli 2019 lalu, telah dilaksanakan Workshop Kampanye Publik untuk Penguatan Isu Akses Obat-Obatan Murah Terdampak FTA di Kantor IGJ. Kegiatan Workshop ini melibatkan SatuDunia sebagai fasilitator untuk membantu IGJ dan IAC dalam merumuskan strategi dan bentuk kampanye yang akan dilakukan. Termasuk bentuk penulisan narasi kampanye publik itu sendiri.

Hari pertama workshop difokuskan untuk secara mendalam membahas strategi dan bentuk kampanye terkait isu akses obat-obatan murah yang terdampak FTA. Difasilitasi oleh Firdaus Cahyadi dari SatuDunia, peserta diajak terlebih dahulu untuk menguraikan akar permasalahan dari isu akses obat-obatan murah dan FTA tersebut. Selanjutkan peserta diarahkan untuk menentukan target kampanye yang akan dilakukan, khususnya ditujukan terhadap stakeholder dalam isu ini. Hal ini penting untuk menentukan bentuk dan isi dari kampanye yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing stakeholder.

Sedangkan pada hari kedua yang difasilitasi oleh Anwari dari SatuDunia juga, menfokuskan pada penulisan narasi dari kampanye yang akan dilakukan. Dia mengarahkan peserta bagaimana seharusnya penulisan narasi kampanye dilakukan. Misalnya dalam penulisan kampanye untuk platform media sosial, dia menekankan penggunaan bahasa yang lugas, padat dan sederhana agar mudah dipahami. Hal ini karena saat ini ada kecendurangan pembaca pada platform tersebut memiliki waktu yang semakin terbatas untuk membaca. Sedangkan untuk platform media konvensional dibutuhkan bentuk penulisan yang menggunakan bahasa yang efektif. Sebab media-media dengan platform konvensional makin selektif memilih tulisan yang akan mereka muat.

Karena isu akses obat-obatan murah dan FTA sangat luas dan masih sangat sulit untuk dipahami, direncanakan akan digelar workshop-workshop serupa kedepannya. Baik oleh IGJ maupun IAC bekerjasama dengan SatuDunia. Diharapkan dengan adanya workshop-workshop lanjutan tersebut, kesadaran itu akan isu ini sendiri akan menjadi lebih luas di masyarakat khususnya bagi kerja-kerja advokasi IGJ dan IAC serta kelompok pasien lainnya.–

Download >>>

Artikel Laporan Kegiatan Workshop Kampanye Publik untuk Penguatan Isu Akses Obat

Check Also

GERAK LAWAN Gerakan Rakyat Melawan Neo Imperialisme dan Neo Kolonialisme

“SEMBILAN RENUNGAN, MENJELANG PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN RI 16 AGUSTUS 2019” Pidato “Visi Indonesia” yang dibacakan …

Tinggalkan Balasan