Minggu , 21 Juli 2019
iden

Ekonomi Digital, Harapan, dan Ancaman Belajar dari Indonesia

“Produksi industri Indonesia masih memusatkan diri pada labour intensive industry dan tidak memiliki nilai tambah yang tinggi. Pada kurva senyum Global Value Chain (GVC), industri Indonesia masih didominasi oleh peran industry sebagai End-tier supplier”

E-commerce

Sejak internet berkembang di Indonesia pada akhir tahun 90-an, awal perkembangannya tidak banyak memperlihatkan perubahan menonjol kecuali adanya informasi yang semakin terbuka. Model komunikasi melalui internet berbasis komputer berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu objek ekonomi yang meningkat secara cepat, khususnya di kota-kota besar sesuai perkembangan jaringan internet.

Tetapi berbeda sejak akses internet telah semakin bekembang, khususnya setelah teknologi smartphone mulai populer, internet memberikan perkembangan yang sangat drastis dan signifikan pada banyak sisi. Setelah memberikan pengaruh sosial yang sangat besar akibat kemampuan komunikasi dan interaksi, perkembangan digital dan internet kemudian memasuki sektor ekonomi dan usaha. Setelah sejak awal ‘mematikan’ pengirimian surat secara manual, proses disruptive selanjutnya secara perlahan mulai menyebar pada berbagai sektor. Penyebaran pengaruh terjadi secara perlahan dari satu sektor ke sektor yang lain, tetapi proses yang terjadi didalamnya masing-masing menciptakan perubahan yang radikal.

Selengkapnya >>>Industrial Revolution 4_IGJ_AEPF12_Ind (1)

Check Also

IGJ: Mekanisme ISDS Harus Dihindari Indonesia

AKURAT.CO, Indonesia for Global Justice (IGJ) kembali mengingatkan bahwa Indonesia masih berpotensi untuk dapat digugat oleh investor …

Tinggalkan Balasan