Minggu , 21 Juli 2019
iden

WTO

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai organisasi yang mendorong pembukaan perdagangan melalui penghapusan hambatan perdagangan saat ini telah terbukti gagal menciptakan perdagangan yang adil bagi Negara anggotanya. Berbagai perjanjian di dalam negosiasi WTO mengalami kemandekan semenjak diluncurkannya Putaran Doha pada 2001.

Indonesia for Global Justice memfokuskan monitoring terhadap berbagai negosiasi di dalam WTO. Semenjak IGJ didirikan pada tahun 2001 sampai pada tahun ini, Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-IX yang diadakan di Bali, IGJ memberikan masukan kepada pemerintah atas sektor yang menyangkut kepentingan masyarakat untuk kebijakan perdagangan yang adil. IGJ juga terlibat aktif di dalam koalisi nasional untuk melawan WTO melalui koalisi Gerak Lawan (Gerakan Rakyat Lawan Neokolonialisme dan Imperialisme).

Perlambatan Global Hambat Perbaikan Defisit Perdagangan

Kinerja Ekonomi – Perjanjian Perdagangan Bebas Bakal Sulit Terealisasi Perlambatan Global Hambat Perbaikan Defisit Perdagangan >> Ketidakpastian global akan membuat penurunan ekspor nonmigas terus berlanjut. >> Pemerintah mesti fokus membangun sektor-sektor industri hilir yang mampu memberikan nilai tambah produk. JAKARTA – Kinerja perdagangan Indonesia pada 2019 diperkirakan masih akan tertekan menyusul terjadinya perlambatan perdagangan global. Bahkan, kondisi defisit neraca perdagangan …

Read More »

Pengamat: Tidak Ada Pasar yang Benar-benar Bebas

Jakarta, CNN Indonesia — Institute for Global Justice (IGJ) mengungkapkan bahwa negara-negara maju kerap melakukan proteksionisme pasar ketimbang negara-negara berkembang. Buktinya, sengketa yang dibawa ke World Trade Organization (WTO) banyak digunakan oleh negara maju untuk memproteksi pasar dalam negerinya. “Sekalipun negara maju, mereka yang lebih banyak melakukan tindakan proteksionisme ketimbang negara berkembang,” terang Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti, dilansir Antara, Minggu (21/10). Menurut …

Read More »

Konsolidasi Gerakan Keadilan Global: “Agenda Pasar Bebas & Negara Dunia Selatan Setelah Brexit “

London, 3 Oktober 2018. Global Justice Now (GJN) bersama-sama dengan Indonesia for Global Justice (IGJ) menggelar diskusi dengan tema “Our World is Not For Sale: Trade Deals & Global South After Brexit”. Diskusi ini untuk membaca perkembangan agenda pasar bebas, khususnya di negara dunia selatan, pasca keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan istilah “Brexit”. Acara diskusi …

Read More »

Peringatan Hari Tani Nasional 2018 Ancaman Kedaulatan Petani di Era Pasar Bebas

Jakarta, 24 September 2018-Pasar bebas yang kini sudah berjalan, menjadi ancaman serius bagi pertanian Indonesia, karena tidak dibarengi dengan peningkatan daya saing. Sisi lain juga disebabkan, perjanjian perdagangan bebas dan investasi yang semakin meliberalisasi sector pertanian. Sehingga, sulit bagi petani untuk berdaulat atas benih, lahan dan produk-produk hasil pertanian. Selain itu, semenjak bergabung nya Indonesia menjadi anggota WTO (World Trade …

Read More »

Indonesia ajukan ‘panel kepatuhan’ bahas permintaan retaliasi AS

Muhammad Latief JAKARTA Indonesia mengajukan pembentukan compliance panel atau panel kepatuhan pada World Trade Organization (WTO) untuk menilai secara independen permintaan nilai retaliasi sebesar Rp5 triliun dari Amerika Serikat (AS) atas larangan kebijakan impor hortikultura yang diterapkan pemerintah. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan pada dasarnya Indonesia sudah mematuhi rekomendasi dari Badan Penyelesaian Sengketa WTO untuk …

Read More »

Sanksi Dagang AS Ancam Kedaulatan Pangan Indonesia

Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai strategi yang diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk menghadapi Amerika Serikat (AS) dalam penyelesaian kasus impor hortikultura dan produk daging di WTO, akan dilematis bagi kepentingan petani Indonesia dan agenda kedaulatan pangan. Hal ini karena baik pelaksanaan putusan panel WTO maupun sanksi dagang AS sama-sama memberikan hasil yang tidak menguntungkan bagi petani. Direktur Eksekutif IGJ, …

Read More »

Fact Sheet IGJ : Memahami Kasus Sanksi Dagang Amerika Serikat US$350 Juta Terhadap Indonesia

“Sanksi Dagang: AS menyatakan akan melakukan countermeasure atau retaliation terhadap Indonesia dalam bentuk penangguhan konsesi tarif (baca: pengenaan tariff) dan kewajiban terkait lainnya (termasuk kewajiban mengenai MFN) di bawah GATT 1994 atas produk Indonesia senilai US$350 Juta” 8 Mei 2014, New Zealand dan Amerika Serikat mengajukan protes terhadap Indonesia ke Dispute Settlement Body (DSB) WTO terkait dengan Kebijakan pembatasan impor …

Read More »

Rilis Media IGJ : Kedaulatan Pangan Indonesia Terancam Demi Lolos Dari Retaliasi AS

Jakarta, 9 Agustus 2018. Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai strategi yang diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk menghadapi Amerika Serikat dalam penyelesaian kasus impor hortikulturan dan produk daging di WTO akan dilematis bagi kepentingan Petani Indonesia dan agenda kedaulatan pangan. Hal ini karena baik pelaksanaan putusan panel WTO maupun sanksi dagang AS sama-sama memberikan hasil yang tidak menguntungkan bagi petani. …

Read More »

CATATAN AWAL TAHUN 2018 INDONESIA FOR GLOBAL JUSTICE

Daya Saing Indonesia Dalam Perdagangan Global Mengandalkan ekspor bahan mentah tidak memberikan Indonesia nilai tambah seperti yang diperoleh oleh negara kopetitif lainnya.   Sepanjang tahun 2017 pertumbuhan ekonomi berjalan cenderung stagnan tanpa adanya akeselerasi, dibandingkan tahun 2016. Struktur perekonomian masih didominasi oleh kekuatan ekonomi pada provinsi di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 58,1 %. Secara umum perkembangan Indonesia mengalami kenaikan …

Read More »

Saatnya Nelayan Tradisional Berdaulat

“Saatnya Nelayan Tradisional Berdaulat” Jakarta, 6 Desember 2017 Kepada Yth Bapak Joko Widodo, Presiden RI Bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI Bapak Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan RI Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Ibu Sondang Anggraini, Duta Besar Indonesia untuk WTO Bapak Iman Pambagyo, Dirjen Perundingan Perjanjian Internasional, Kemendag RI Bapak Jully Paruhum Tambunan, Direktur Perundingan Multilateral, Kemendag …

Read More »